benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam agenda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di setiap daerah di Provinsi Kaltara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltara dan para kepala daerah Se-Kaltara.
“Penurunan Stunting di Kaltara adalah sebuah amanah kepada kita semua, kalau kita berbicara soal stunting, kesehatan dan masyarakat maka kita bicara soal manusia. Saya selalu mengingatkan kita kepada seluruh pelaku pembangunan agar memperhatikan hal ini,” ungkap Yansen TP kepada benuanta.co.id, Jumat 3 Juni 2022.
Kata Wagub Yansen, penurunan stunting di Kaltara merupakan harga pasti yang harus dituntaskan, dirinya pun mengingatkan usai Rakerda ini tidak ada upaya untuk sampai pada pembahasan semata namun harus menghasilkan program yang segera menurunkan angka stunting.
“Oleh karena itu saya berharap kepada kita semua Rakerda ini tidak hanya menghasilkan sederet program, tapi ada target yang jelas. Kita ingin tak hanya menurun soal stunting tapi terjadi perubahan mutu dan kualitas masyarakat Kaltara,” jelasnya.
Mantan Bupati Malinau 2 periode itu menjelaskan berdasarkan pengalaman dan pengamatannya di lapangan dan berkeliling ke perbatasan dan pedalaman di seluruh wilayah Kaltara, masih didapati daerah yang memiliki angka stunting yang tinggi.
Setelah dicernai apa penyebab utama terjadinya stunting, sehingga masyarakat Kaltara mengalaminya. Dirinya menyinggung tidak ada alasan Kaltara ada stunting, karena dari jumlah penduduknya tidak begitu besar. Bahkan sikap pemerintah pun secara prinsip sangat positif.
“Kenapa ada stunting, hasil analisa saya sebenarnya ini tentang pola hidup, kalau berbicara stunting kan dekat dengan gizi dan kesehatan. Ternyata penyebabnya kadang masyarakat belum paham tentang konsep hidup sehat,” paparnya.
Setelah menjabat sebagai Ketua TPPS Provinsi Kaltara, memiliki tugas besar sejak hari ini melakukan perubahan paradigma dan sudut pandang masyarakat agar mau berubah perilakunya.
“Sudah saat kita mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, padahal kita sangat kaya dan bertaburan makanan bergizi, jenis ikan-ikan seperti tongkol itu semua ada di sini,” tuturnya.
Dirinya juga mengingatkan untuk tidak berhenti di Rakerda ini, tapi lebih kepada kesejahteraan rakyat, yang indikatornya jelas SDM Kaltara memenuhi target yang diharapkan mulai tahun 2025 hingga 2045 harus bisa berbicara secara nasional.
“Anak-anak yang lahir di Kaltara bisa menjadi bagian yang menjalankan negara ini. Terlebih kita dekat dengan Provinsi Kalimantan Timur yang akan menjadi pusat pemerintahan penyelenggaraan negara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







