Jalan Perbatasan Masuk Skala Prioritas Tembus hingga ke Long Bawan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kehadiran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memutus keterisolasian suatu wilayah. Salah satunya wilayah perbatasan di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara Zamzami mengatakan jalan perbatasan di Provinsi Kaltara ini panjangnya hampir 1.000 kilometer menurut desain. Dimana beberapa diantaranya telah dilakukan pembukaan jalan.

“Panjangnya ada 980 kilometer atau hampir seribu kilometer. Bisa lebih pendek jika masuk ke lapangan melaksanakan pembangunan atau bisa juga lebih panjang,” ujar Zamzami kepada benuanta.co.id, kemarin.

Dia menyebutkan dalam pengelolaanya jalan perbatasan terbagi atas jalan paralel perbatasan dan akses perbatasan 1 dengan akses perbatasan 2. Untuk jalan paralel perbatasan yang dikelola hingga saat ini berasal dari Malinau, Langap, Long Kemuat, Long Pujungan, Long Nawang, Metulang sampai ke Long Boh.

Baca Juga :  BLK di Puspem Kaltara Mulai Dibangun Mei 2026

“Jalan paralel perbatasan dari Long Boh, Metulang, Long Pujungan ke Malinau itu sepanjang 614 kilometer berdasarkan desain. Sebagian di Long Nawang itu sudah dikerjakan, inikan berbatasan dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat itu yang belum tembus sekitar 25 kilometer lagi,” jelasnya.

“Ada program jalan tembus dulu, itu terakhir dikerjakan oleh Zeni TNI AD, ada 11 kilometer lagi yang belum tembus ke perbatasan Kaltim, yang betul-betul jalan hutan,” tambahnya.

Kata dia, BPJN melalui Satuan Kerja Jalan Perbatasan menargetkan jalan tembus terlebih dulu. Seperti untuk akses perbatasan 1 yang menghubungkan Malinau, Semamu, Long Bawan dan Long Midang.

“Akses perbatasan 1 ini sepanjang 203 kilometer menurut desain yang ada. Kemudian ada akses perbatasan 2 dari Mensalong ke Tau Lumbis itu baru kita selesaikan Amdal,” paparnya.

Zamzami menjelaskan ada juga jalan yang kini ditangani yang bermula dari Long Nawang ke Tapak Mega yang kini mengalami kendala. Pasalnya masyarakat mengeluhkan jalan perusahaan milik Sumalindo rusak parah menuju ke Long Bagun dengan Apau Kayan. Untuk mencapainya ada 2 melalui sungai dan darat, dari sisi darat inilah jalan yang dari Long Bagun ke Long Pangai belum tembus semua.

Baca Juga :  Kemenag Kaltara Siapkan Rumah Ibadah untuk Persinggahan Pemudik Selama Idulfitri

“Sehingga selama ini lewat di jalan perusahaan milik Sumalindo sepanjang 147 kilometer. Karena masuk wilayah Kaltim di Long Bagun ini maka wilayah kerjanya BPJN Kaltim. Kita tidak lewat sini, tapi lewat Metulang ke Long Boh ke Long Pangai bukan Long Boh ke Long Bagun,” paparnya.

Disinggung soal kapan jalan tersebut difungsikan, dia menuturkan tergantung dana yang diberikan. Pasalnya untuk panjang 1.000 kilometer ini merupakan jalan yang sangat panjang sehingga mustahil dapat dikerjakan dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Speedboat Reguler di Kayan II Dipastikan Laik Layar untuk Angkutan Lebaran

“Soal berapa persen pengerjaannya itu belum ada, karena cerita sekarang baru tembus yang baru bisa dilalui alat berat. Mudah-mudahan ini bisa diusulkan melalui dana selain APBN misalnya dana Lun untuk menjamin supaya jalan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Dengan dana terbatas ini, pihaknya melihat harus ada skala prioritas. Dimana yang dijadikan skala prioritas adalah Jalan Malinau ke Long Bawan, dirinya beralasan karena untuk jalan ke Tau Lumbis itu masih ada akses, yakni melalui air. Sedangkan ke Long Nawang masih ada Jalan Sumalindo, lalu ke Long Bagun juga masih ada akses air.

“Tapi satu-satunya tidak ada akses air dan darat itu hanya Long Bawan. Bukan yang lain ditinggalkan, tapi ini kita skala prioritaskan ke Long Bawan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *