Rehabilitasi Mangrove di Kaltara Pemprov Kucurkan Rp 95 M

TANJUNG SELOR – Sebanyak 130.000 hektar lahan mangrove bakal direhabilitasi. Gubernur Kalimantan Utara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum menyebutkan rehabilitasi kawasan mangrove akan dikucur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 95 miliar melalui Dana Bagi Hasil (DBH) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Kaltara.

Program rehabilitasi mangrove merupakan program jangka panjang. BRGM akan membantu persemaian dan juga akan membangun persemaian yang di daerah Bulungan. Salah satunya adalah pembangunan persemaian di Kabupaten Bulungan. Dari dana tersebut, Rp 15 miliar diantaranya dialokasikan untuk penanaman kembali mangrove.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

“Dari laporan Dishut Kaltara, kita akan melakukan rehabilitasi kawasan mangrove. Di mana sumber pendanaannya dari APBD hanya Rp 500 juta, sisanya melalui APBN melalui DBH,”kata Gubernur.

Pembangunan persemaian ini dimaksudkan untuk mendukung program rehabilitasi lahan yang ada di Kaltara. “Persemaian yang kita bangun untuk tanaman darat,” jelasnya.

Untuk rehabilitasi mangrove, Pemprov Kaltara bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). “Untuk mangrove ada juga BRGM yang bantu kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama, Gubernur Kaltara Apresiasi Peran Ketua RT Jaga Kerukunan Tarakan

Terkait keberadaan mangrove di wilayah kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi, pihaknya mengaku kawasan mangrove tidak terlalu banyak. Kawasan mangrove yang banyak, kata Maryanto terletak di wilayah anak-anak sungai di Tanah Kuning, dan berada di luar kawasan KIPI.

“Kalau di KIPI ada mangrove tapi tidak banyak, ada itu di luar kawasan KIPI, ada di daerah anak-anak sungai di Tanah Kuning,” tuturnya.

Baca Juga :  Jasa Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran Bermunculan, BI Kaltara: Tidak Dibenarkan

Seperti diketahui, program restorasi mangrove menjadi perhatian pemerintah pusat dan dunia internasional. Di mana belum lama ini, Presiden RI Joko Widodo telah melakukan penanaman bibit mangrove di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung.

Gubernur menjelaskan, di Kaltara ini ada ratusan ribu hektare hutan mangrove yang akan direhabilitasi oleh pemerintah. “Target kita dalam tiga tahun ke depan agar kita perbaiki. Sebab Indonesia memiliki luas hutan mangrove yang terbesar di dunia,”tuntasnya. (dkisp)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *