Penyeludupan Orang Kejahatan yang Mencederai Harkat dan Martabat Manusia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan pekerja migran merupakan kejahatan yang mencederai harkat dan martabat manusia, yang dapat terjadi di lintas batas Negara maupun dalam negeri.

International Organization for Migration (IOM) mencatat kurun waktu 15 tahun (2005-2020), sebanyak 9352 korban TPPO telah bantuan. TPPO ini dapat terjadi kepada siapa saja baik itu perempuan, Laki-laki dan tidak memandang usia. Hal itu dikatakan Kepala Unit Komunikasi IOM Ariani Hasanah Soejoeti, Sabtu (29/1/2022).

Baca Juga :  HIPMI Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama dan Memberikan Santunan Anak Yatim

Daerah perbatasan merupakan daerah yang sangat rentan terhadap kasus TPPO dan penyelundupan pekerja migran indonesia (PMI).

Berdasarkan data dari BP2MI tahun 2019, sebanyak 733 PMI bermigrasi ke Malaysia melalui jalur perbatasan di daerah Nunukan Pada tahun 2018, terdapat 171 orang dan di tahun 2019 ada 68 orang yang tertangkap karena hendak bermigrasi secara ilegal menuju Malaysia melalui wilayah perbatasan.

“Nunukan menjadi wilayah yang rentan terhadap praktik TPPO dan penyelundupan pekerja migran. Tidak sedikit para migran melewati batas wilayah negara secara ilegal baik melalui jalur darat maupun air,” kata Ariani Hasanah.

Baca Juga :  Jasa Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran Bermunculan, BI Kaltara: Tidak Dibenarkan

Lanjut dia, penjagaan yang kurang ketat karena terbatasnya sarana dan prasarana di wilayah perbatasan juga turut menjadi faktor sehingga para pelaku dengan mudah menjerat korbannya. Yang harus dilakukan adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TPPO dan penyelundupan pekerja migran harus terus diupayakan khususnya di wilayah perbatasan.

IOM menyadari bahwa perlu ada sinergi untuk mencegah dan menangani kasus TPPO dan penyelundupan pekerja migran. Pelibatan para Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan para tokoh masyarakat atau anggota komunitas lainnya seperti tokoh agama, para pemuda, dan individu-individu lainnya menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman Jelang Lebaran

“Karena kami berpikir pengaruh tokoh tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat terutama dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TPPO dan penyelundupan pekerja migran,” tandasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *