Tidak Berpotensi Tsunami, Ini Penyebab Gempa 4,4 SR di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Telah terjadi gempa bumi pada Kamis, 30 Desember 2021 sekitar pukul 02:09:24 WITA di wilayah Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Diguncang gempabumi tektonik, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan 4,4 skala richter.

Baca Juga: Flash News! Gempa 4,4 SR Guncang Kaltara, Susulan Belum Diketahui

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.78 LU dan 118.58 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 126 km arah Tenggara Tarakan, Kaltara pada kedalaman 10 km.

Baca Juga :  BLK di Puspem Kaltara Mulai Dibangun Mei 2026

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan getaran dirasakan nyata di dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan seperti truk bermuatan besar lewat. Hal ini dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela danpintu berderik hingga dinding berbunyi.

Baca Juga :  Speedboat Reguler di Kayan II Dipastikan Laik Layar untuk Angkutan Lebaran

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga Kamis, 30 Desember pukul 02:16 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Gratis, Gubernur Zainal Lobi Harga Tiket Pesawat Tanjung Selor-Balikpapan

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. (*) 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *