benuanta.co.id, BULUNGAN – Lembaga Adat Kesultanan Bulungan memberikan gelar bangsawan kerabat Kesultanan Bulungan kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum dan istri, Rachmawati Zainal beserta Wakil Gubernur Kaltara, Dr. Yansen TP, M.Si dan istri, Ping Yansen.
Dimana gelar tersebur diberikan langsung oleh Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Datu Buyung Perkasa.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dianugerahi gelar Pangeran Wira Ranajaya yang memiliki arti laki-laki yang setia dan pemberani. Lalu untuk Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP diberikan gelar Pangeran Wira Jayantaka dengan arti laki-laki yang pemberani dan bijaksana.
Tak hanya itu, istri Gubernur Kaltara, Rachmawati Zainal pun diganjar dengan gelar bangsawan kerabat Kesultanan Bulungan yakni Adji Sopiah yang berarti perempuan cantik dan bijaksana. Lalu untuk Ping Yansen diberikan gelar Adji Prianka artinya perempuan yang berbakat dan cerdas.
“Pemberian dan penganugerahan gelar kebangsawanan ini mengandung amanat dan tugas berat yang diberikan kepada saya dan pak Yansen,” ucap Gubernur Kaltara, Zainal kepada benuanta.co.id pada Senin, 27 Desember 2021.
Zainal mengatakan, tugas yang diemban tersebut bertujuan untuk bersama-sama mewujudkan harapan Kesultanan Bulungan dan menampakkan kembali eksistensi keberadaan Kesultanan Bulungan.
Serta mewujudkan citra masyarakat Kaltara termasuk segenap keluarga Lembaga Adat Kesultanan Bulungan.
“Dengan gelar ini saya harus dapat menjadi panutan bagi seluruh masyarakat Kaltara. Semoga saya dan pak Yansen mampu secara bersama-sama menjalankannya,” jelasnya.
Sebagai Gubernur Kaltara, dirinya mengapresiasi Lembaga Adat Kesultanan Bulungan yang selalu menjaga tradisi dan mempertahankan warisan budaya yang telah ada sejak dulu kala.
Pihaknya juga berterimakasih karena Lembaga Adat Kesultanan Bulungan telah diorganisir secara baik.
“Karena keberadaan lembaga adat ini merupakan kasanah kekayaan Provinsi Kaltara khususnya Kabupaten Bulungan,” paparnya.
Mantan Wakapolda tersebut juga meminta agar budaya ini terus dijaga sampai budaya yang telah ada sejak ratusan tahun tersebut hilang ditelan bumi tanpa diwariskan kepada anak cucu.
“Kita sebagai orangtua atau dituakan harus memberikan penjelasan kepada anak cucu kita dengan sejarah ataupun tradisi yang ada di Kesultanan Bulungan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







