Agust Suwandy: Malas Antre Vaksinasi Jadi Alasan Sulit Capai Target
benuanta.co.id, BULUNGAN – Beberapa daerah di Indonesia kesulitan mendapatkan sasaran untuk di vaksin, hal itu berlaku juga di Kaltara. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy menuturkan, ketika mencapai angka 75 persen, rata-rata petugas kesulitan mencari sasaran.
“Sebagian sasaran yang ada di daerah tersebut mungkin saja sudah mendapatkan vaksin di daerah lain sehingga sulit menemukan sasaran,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Rabu 22 Desember 2021.
Menurutnya, jika hitung-hitungan mungkin secara penduduk, di Kaltara masih ada yang belum vaksin. Tapi hal tersebut belum tentu, karena kemungkinan mereka telah mendapatkan vaksin di daerah lain.
“Ini banyak terjadi apalagi di daerah Jawa, Jakarta, Bogor tidak tentu karena kerjanya bukan di daerahnya. Kita juga sih, disaat seperti itu ada yang mungkin berdomisili di sini tapi kan vaksinnya di tempat lain,” bebernya.
Dinas Kesehatan Kaltara bersama Binda Kaltara berupaya ingin menyasar lagi daerah mana yang cakupannya masih kurang. Terutama sasaran lanjut usia (lansia), karena dari sasaran 33.254 orang dosis 1 baru 57,4 persen atau 19.080 orang yang tervaksin dan dosis 2 baru mencapai 42,9 persen atau 14.276 orang tervaksin.
“Lansia inikan kita harus tetap menyasar sampai ke door to door, karena kebanyakan mereka itu malas antre. Bisa kerumahnya atau kami datang ke wilayah terdekat dengan tempat tinggal mereka, kemungkinan bisa banyak mendapat sasaran,” tuturnya.
“Contohnya Tarakan saat itu, kita mendekatkan langsung ke tempat tinggal mereka ternyata peminatnya cukup banyak. Door to door itu bukan berarti ke kita ke rumah-rumah sasaran, tapi kita mendekatkan layanan ke rumah Ketua RT nya,” sambungnya.
Dia mengakui jika selisih vaksin dosis satu dengan kedua memang sangat jauh, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun menekankan agar mengejar gap. Agust Suwandy mengatakan arahan Kemenkes jangan ada selisih yang jauh dari dua vaksin tersebut.
“Ditekankan oleh Kementerian Kesehatan agar mengejar gap. Jadi jangan sampai gap kita terlalu jauh, makanya teman-teman di Dinkes kabupaten kota masing-masing harus mengevaluasi gap ini,” ucapnya.
Dia menambahkan ketika sudah sampai waktu ditetapkan mendapatkan dosis 2, jangan ada penundaan. Salah satu alasannya vaksin di Kaltara tersedia cukup banyak, hingga puluhan ribu dosis. Apalagi sekarang untuk Herd Immunity dan menangkal varian baru minimal harus mencapai dosis lengkap.
“Kita lagi over vaksin sekarang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Belum lagi di faskes masing-masing lumayan banyak, jadi kami harapkan segera jangan hanya mencapai dosis 1, karena dosis 2 juga perlu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







