benuanta.co.id, TARAKAN – Sepanjang tahun 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengungkap sebanyak 8 kasus narkotika. Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Samudi mengatakan, seiring dengan kemajuan zaman, tentu menjadi kesulitan tersendiri mengenai modus yang digunakan oleh pelaku jaringan penyelundupan narkotika.
“Karena mereka (pelaku) semakin lama semakin canggih modusnya, sehingga kita selalu terputus untuk mencari hingga ke atasnya,” tuturnya, Rabu (22/12/2021).
Modus ini dijelaskan Samudi, antar pelaku yang melakukan transaksi tidak saling mengenal. Sehingga saat dilakukan penangkapan, tim sulit untuk mendapatkan informasi dari satu pelaku kepelaku yang lain.
“Misalnya, mereka transaksi di tengah laut, dan mereka tidak saling kenal karena dikendalikan, jadi terima putus. Jadi hanya kode aja, mereka cuma dikendalikan aja nanti diminta ketemu ini, pakai baju ini, disini begitu saja,” jelasnya.
“Sarana komunikasi pun begitu tertangkap mereka langsung patahkan, nomornya semua dihapus, sehingga menyulitkan kita mengembangkan ke atasnya,” tambah Samudi.
Adapun modus lain seperti menyamarkan Narkotika berkedok kemasan teh atau roti hal ini dipastikan sudah mampu dikenali oleh Tim Berantas. Samudi melanjutkan, pada pengungkapan setahun terakhir barang haram ini hendak diedarkan ke wilayah Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
“Hampir rata-rata mau dibawa ke Ujung Pandang, baik kurir maupun paket semua rata-rata kesana. Mungkin berkaitan karena inikan momen Nataru permintaan meningkat,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2021 sebanyak 35 kilogram Narkotika berhasil diamankan oleh BNNP Kaltara. Adapun penemuan terbesar ialah pada bulan Mei 2021 dengan jumlah 20 kilogram Narkotika jenis Sabu.
“Kalau transaksi pelaku paling mudah jalur laut. Karena posisi geografis kita kan bersebelahan dengan Malaysia, dan rata-rata memang dari sana. Inilah dimanfaatkan betul oleh pelaku-pelaku itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







