Bibit Siklon di Perairan Filipina Bisa Berdampak Cuaca Buruk di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca beberapa hari terakhir menunjukkan curah hujan disertai angin yang cukup kencang. Rilis BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center, memantau bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di sekitar Perairan Filipina pada Senin.

“Dalam 24 jam ke depan bibit siklon 92W dapat berdampak tidak langsung terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) A. Fachri Radjab dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Gratis, Gubernur Zainal Lobi Harga Tiket Pesawat Tanjung Selor-Balikpapan

Di Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri dampak cuaca akibat Bibit Siklon ini terlihat cukup signifikan. Kepada benuanta.co.id, Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi dampak cuaca ini menyerang ke daerah dengan tekanan yang rendah, dampak yang ditimbulkan ialah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin yang cukup kencang.

“Karena ini masih bibit dan pastinya berpotensi menjadi siklon ya, kalau daerahnya semakin bertekanan rendah, semakin besar juga potensi untuk menjadi siklon,” jelasnya, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga :  Ombudsman Kaltara Wanti-wanti Perusahaan Soal Kewajiban Pembayaran THR

Untuk jangka waktu diperkirakan dampak ini akan terus berlangsung dari 25 hingga 30 Oktober mendatang. Selain cuaca, bibit ini juga dapat berdampak pada gelombang laut.

“Yang perlu diketahui salah satu faktor yang memicu gelombang adalah kecepatan angin, tapi dampak yang paling besar ya hujan ini,” sambung Khilmi.

Lanjut dia, dirinya menerangkan saat ini juga terdeteksi fenomena lain yaitu La Nila. Meskipun fenomena ini masih lemah namun perlu diwaspadai akan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Kaltara.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Gelombang Laut Kaltara Berpotensi Capai 2,5 Meter pada 14-16 Maret

“La Nina ini sudah mulai terdeteksi walaupun masih lemah perlu diwaspadai, disinyalir La Nina mendekati bulan-bulan Desember dan Januari,” jelas Khilmi.

Untuk cuaca yang masih berpotensi dengan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dirinya mengimbau agar masyarakat berhati-hati pada dampak cuaca yaitu bencana banjir dan tanah longsor. Pihak nya juga telah berkoordinasi dengan BPBD untuk antisipasi dampak cuaca. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *