benuanta.co.id, TARAKAN – Kedua kalinya berlabuh di Kota Tarakan, kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci kembali disambut hangat oleh Lantamal XIII dan Forkopimda Kota Tarakan, Kamis (16/9/2021).
KRI Bima Suci merupakan kapal layar latih bagi taruna atau kadet pengganti kapal legendaris KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak 1953. Kali ini KRI telah berlayar pada 26 Juli lalu hingga 2 November 2021 mendatang.
Dikatakan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Rudhi Aviantara IH, S.E., M.Si., M.Tr.(Han), pelayaran ini merupakan pengaplikasian dari teori taruna yang didapatkan selama akademi.
“Jadi nama latihan dan praktik ini Kartika Jala Krida ini mengaplikasikan teori yang sudah diberikan,” terangnya.

Sedangkan jumlahnya sendiri, terdapat 112 taruna tingkat III Akademi Angkatan Laut pada Angkatan ke 68. “112 yang mengikuti di antaranya pelaut, teknik, elektro dan supplay,” tuturnya.
Sementara itu, Taruna Korps Pelaut, Sermedatar pelaut Reza Ridwan Pindriansyah nomor akademi 2019379 menyebut, Tarakan merupakan pangkalan ke delapan dari Surabaya, Labuan Bajo, Tual, Jaya Pura, Raja Ampat, Morotay, Sebatik, Tarakan, Ranai, Sabang, Nias, Cilacap, dan Bali.
“Tarakan adalah pangkalan kedelapan setelah ini kami ke Ranai lalu ke barat yaitu Sabang, Nias, Cilacap, Bali dan kembali ke pangkalan Surabaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus pelayaran ini terletak pada persiapan untuk menjadi komandan dapat mengendalikan pelayaran dan kegiatan kapal.
“Sebagai seorang calon komandan tentunya kami juga harus bisa memanage bagaimana kegiatan kapal, kapan dan kemana harus berlabuh,” tandasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







