Ibrahim Ali Tegaskan Kejadian di RSUD Ahmad Berahim Tidak akan Terulang Lagi

TANA TIDUNG – Menanggapi video viral yang beredar di masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT), yang menyatakan bahwa pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Berahim lalai dalam penanganan jenazah pasien covid-19, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menyampaikan permohonan maaf.

Bupati Ibrahim Ali mengatakan, baru mengetahui kejadian tersebut setelah Mahgrib lantaran pada hari tersebut agenda kegiatannya cukup padat. Mulai pelantikan Kepala Desa, kemudian peresmian Baloy Adat Tidung, dilanjutkan peresmian jaringan listrik masuk desa dan malamnya dilanjutkan kegiatan di Masjid Agung At-Taqwa.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Gelombang Laut Kaltara Berpotensi Capai 2,5 Meter pada 14-16 Maret

“Tugas saya sangat padat saat itu, begitu saya pulang ini sudah heboh, saya secara pribadi atas nama pemerintah daerah dan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tana Tidung, menyampaikan permohonan maaf kita,” ujar Bupati, Kamis 12 Agustus 2021

Bupati mengatakan, sudah menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil Direktur RSUD Ahmad Berahim pada saat kegiatan dzikir bersama menyambut Tahun Baru Islam 1443 Hijrah.

Baca Juga :  WFH Jumat ASN Kaltara Diklaim Tekan Biaya Operasional Kantor

“Dalam pidato saya menyampaikan, kenapa kejadian ini sampai terjadi. Ternyata satgas Covid-19 kita ternyata tidak menyiapkan tim fardu kifayah untuk wanita atau untuk perempuan,” ucapnya.

Ibrahim Ali mengajak masyarakat berpikir positif, kejadian ini bukan niat satgas untuk membiarkan jenazah almarhumah. Sekali lagi Bupati menyampaikan atas nama pribadi, Pemkab Tana Tidung dan Satgas Covid-19 sangat memohon maaf yang sebesar – besarnya apabila tim masih ada kekurangan.

“Saya bersama bapak Wakil Bupati Hendrik akan memberikan yang terbaik yang kami miliki, tapi kalau ada kekurangan ya mbok memahami kami, namanya juga manusiawi,” harapnya.

Baca Juga :  Rakor Tim Pora Fokuskan Pengawasan Aktivitas Orang Asing di Empat Wilayah Kaltara 

Bupati sudah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memanggil MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk memberikan pembelajaran dan pelatihan kepada ASN perawat perempuan sehingga kejadian ini tidak terulang.

“Saya jamin InsyaAllah kejadian ini tidak akan terulang lagi, kita akan memperbaiki,” tegas Bupati.(bn1)

 

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *