TANJUNG SELOR – Masuki semester pertama penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2021 di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, pada periode bulan Januari hingga Juni realisasinya belum mencapai 50 persen.
“Hingga saat ini InsyaAllah sudah mencapai 40 persen lebih,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Suriansyah kepada benuanta.co.id, Kamis 8 Juli 2021.
Kata dia, penyerapan anggaran semester pertama masih dalam pendataan ulang. Pasalnya kemarin memang ada penyesuaian di semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pelaporan anggaran. Sehingga data-data yang dirapatkan masih disesuaikan semua, baik pelaporan anggaran maupun realisasi masing-masing OPD.
“Tapi ini masih kita update karena memang perkembangan terbaru sedang berproses semua, jadi sedang di-update oleh Biro Pembangunan realisasi terakhirnya,” ucapnya.
Pihaknya pun mengatensi kepada seluruh kepala OPD supaya melakukan evaluasi kembali dan melakukan konsolidasi, serta mempercepat pelaksanaan APBD terutama pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) nya.
“Sudah kita rapatkan semua dengan mereka, agar mengevaluasi kembali, mengkonsolidasikan dan mempercepat pelaksanaan APBD terutama di DPA masing-masing,” bebernya.
Suriansyah mengatakan, konsolidasi perlu dilakukan, pasalnya beberapa hari lalu dilakukan perubahan struktur di OPD berupa pejabat yang dimutasi dan dipindahkan ke posisi lain. Supaya satu persepsi maka harus dilakukan konsolidasi ke dalam.
“Apalagi kemarin sudah dilaksanakan pelantikan, sehingga konsolidasi itu diperlukan dulu karena ada perubahan-perubahan baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) maupun Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan itu semua berubah,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya mengharapkan dalam minggu ini adalah terakhir melakukan konsolidasi ke dalam. Setelah itu fokus pada percepatan di OPD masing-masing. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







