TANJUNG SELOR – Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto kembali melakukan kunjungan kerja ke Kaltara untuk beberapa hari. Salah satu tujuannya untuk melihat para prajurit Batalyon Raider 613 Raja Alam menggelar latihan sebelum keberangkatan ke Papua dalam rangka tugas operasi.
“Sekarang dalam tahapan latihan pra penugasan yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Utara,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Senin 15 Maret 2021.
Dia menuturkan, sudah menjadi syarat sebelum melaksanakan tugas operasi, maka setiap satuan akan mendapatkan pelatihan. Para prajurit Yonif 613/RJA yang sebelumnya melakukan pelatihan pra tugas di daerah Tanjung Palas, kini dilanjutkan ke arah Kabupaten Tana Tidung. Di mana kondisi alamnya sedikit sama dengan kondisi di Papua.
“Setelah ini mereka akan dilakukan pengecekan kesiapan secara keseluruhan, baik dari Kodam, Mabes Angkatan Darat, maupun Mabes TNI. Setelah dinyatakan siap mereka akan berangkat ke Papua,” jelasnya.
Untuk pemberangkatan prajurit ini pun dirinya belum bisa memastikan kapan. Pihaknya hanya menunggu perintah lanjutan dari Mabes TNI. Kata dia, waktu pelaksanaan kemungkinan di awal bulan April 2021. “Kemungkinan akan dilakukan awal April, untuk pelaksanaan tugas secara rotasi dilaksanakan dalam kurun 1 tahun,” ungkapnya.
Heri Wiranto menuturkan, untuk Satgas sudah dibentuk dalam organisasi yang telah ditentukan yakni 450 orang, sehingga tidak ada penambahan prajurit lagi. Dalam mendukung latihan, disiapkan satuan ini agar memiliki kemampuan yang optimal, untuk mendukung tugas pokok selama bertugas di Papua.
“Oleh karena itu didukung satuan lain dari unsur Kodam, Rindam, unsur pelatih yang ada di Kodam,” sebutnya.
Untuk meningkatkan kemampuan, pihaknya menginginkan pelatih yang sudah punya pengalaman tugas operasi di Papua. “Kita datangkan pelatih dari Kopassus dan Kostrad,” ujarnya.
Adapun tugas dari Yonif 613/RJA ini tak hanya pengamanan perbatasan negara RI-Papua Nugini. Tetapi dalam dinamika yang terus mengikuti perkembangan situasi di Papua, dengan adanya kelompok separatis bersenjata.
“Sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satgas ini juga ikut dalam rangka menjaga keamanan dari kelompok separatis bersenjata,” ujarnya.
Masih dikatakan Pangdam, dia menitipkan pesan kepada seluruh prajuritnya agar terus berlatih, berlatih dan berlatih. Hal ini supaya para prajurit Yonif 613 memiliki kemampuan lebih dan lebih siap.
“Saya selalu menekankan, mereka ini adalah prajurit kehormatan Kodam VI Mulawarman, mereka adalah duta dan perwakilan kita semua di Papua. Harapan kita mereka berhasil, berangkat 450 orang maka pulang 450 orang juga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







