Sampel Swab Berlebih di Kaltara Akan Diuji di Tarakan atau Jakarta

TANJUNG SELOR – Pengujian sampel dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Laboratorium Container Biosafety Level-2 (BSL 2) pada Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara. Saat ini masih terbatas, pasalnya sampel yang diuji hanya beberapa saja.

“Jadi selama ini yang kita periksa hanya dari Bulungan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara Usman kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Suarakan Harapan Pemuda Dayak Kenyah, Ketua LADKKU Temui Pangdam Mulawarman

Pasalnya jika banyak sampel dari Bulungan maka di kirim ke Tarakan dan ke Balitbangkes Jakarta. Diakui oleh Usman tidak maksimalnya pengujian ini karena masih kekurangan tenaga.

“Karena memang SDM kita masih terbatas, sehingga tidak bisa mengakomodir semua sampel. SDM di lab ini 5 tenaga inti dan tambahan 2 orang,” jelasnya.

Biasanya untuk pengujian sampel di BSL-2 yang berada di Kantor Dinkes Kaltara hanya bisa menampung 100 sampel. Ketika sampel sudah lebih maka dikirim ke luar Bulungan untuk di uji. “Makanya kalau lebih 100 sampel itu kita kirim keluar,” ucapnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Perusahaan Konstruksi di Kaltara Meningkat, Mayoritas Ada di Kota Tarakan 

Dia menambahkan kendala pengujian sampel dan tes PCR di Laboratorium Container BSL-2 yang seharga Rp 20 miliar ini adalah tenaga listrik. Pasalnya beberapa hari lalu sempat terkendala karena listrik padam.

“Sempat terkendala karena jaringan listriknya bermasalah. Untuk alatnya tidak masalah masih normal dan berjalan,” paparnya.

Untuk diketahui pengujian sampel dan tes PCR ini agar mengetahui dan mendeteksi virus Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.(*)

Baca Juga :  Wagub Kaltara Dorong Integrasi Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *