NUNUKAN – Sebuah perahu petani pembudi daya rumput laut, KLT 3 nomor 206 terbakar dan dua orang mengalami luka bakar. Kejadiannya di perairan tinabasan di depan Pos Kapal Kuning, Jumat 12 Februari 2021, sekira pukul 07.45 Wita.
Saat di konfirmasi, Danposal Tinabasan, Lanal Nunukan, Letda laut (E) Heri Susanto, membenarkan peristiwa itu. “Iya terjadi kebakaran perahu milik warga yang saat itu sedang memukat rumput laut di perairan tinabasan,” kata Heri kepada benuanta.co.id.
Dia mengatakan, penyebab kebakaran bermula saat salah satu korban sedang melakukan aktivitas memasak. Sedangkan api kompor gas yang berdekatan dengan tangki bahan bakar berupa bensin, sehingga api menjalar ke tangki minyak.
Melihat perahu pemukat rumput laut berasap dari kejauhan, Serda Giyatno melihat curiga dan mendekati. Ternyata perahu pemukat tersebut mengalami kebakaran. “Dengan tanggap dan cepat, melihat hal itu ke dua korban yakni Arman (35) dan Mulyadi (35) dievakuasi terlebih dahulu karena terlihat ada luka bakar,” jelasnya.
Api semakin besar, sehingga Serda Giyatno dan Anto mengantarkan korban ke darat, sedangkan dia bersama perahu masyarakat yang melintas berusaha memadamkan api di perahu pemukat.
Dikatakan Heri, setelah speed posal Tinabasan mengantarkan korban ke darat, anggotanya kembali lagi ke lokasi kejadian kebakaran dengan membawa salah satu personel pemadam kebakaran, yakni Ramang dan membawa Apar.
“Api dapat kami padamkan di atas perahu pada pukul 08.15 Wita, setelah itu dibawa ke Pos Kapal Kuning, untuk korban dibawa ke puskesmas terdekat,” terangnya.
Arman yang mengalami luka bakar di bagian bokong, tangan, dan paha, saat ini telah dirujuk ke RSUD Nunukan. Sedangkan Mulyadi, mengalami luka bagian tangan. Atas kejadian itu kerugian di perkirakan sekitar Rp 15 juta. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







