benuanta.co.id, BULUNGAN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Denny Harianto, meminta perangkat daerah terkait segera mematangkan perencanaan pembangunan jalan perbatasan untuk periode 2027–2029.
Langkah ini menyusul rencana pembangunan infrastruktur perbatasan dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp32 triliun.
Denny menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah agar rencana pembangunan tidak berhenti pada wacana, tetapi disiapkan secara teknis dan administratif untuk diajukan kepada pemerintah pusat. Denny meminta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menginisiasi rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan persiapan pembangunan tersebut.
“Saya mengajak semuanya, ini hanya sebuah wacana ketika kita tidak mempersiapkan segala sesuatunya. Saya minta melalui Bapak Asisten II meminta langsung rapat koordinasi siapa saja yang terlibat dalam mempersiapkan menyambut anggaran Rp32 triliun tersebut,” ujarnya.
Menurut Denny, rencana pembangunan jalan perbatasan ini berkaitan dengan kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ke wilayah perbatasan Kaltara beberapa waktu lalu, termasuk Kabupaten Malinau dan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Perkiraan kebutuhan anggaran Rp32 triliun untuk periode 2027–2029 tersebut masih memerlukan tindak lanjut melalui penyusunan rencana induk. Di dalamnya, pemerintah daerah perlu menentukan tahapan pembangunan dan prioritas infrastruktur yang akan dikerjakan.
Denny berharap pembangunan jalan perbatasan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
“Harapan kita bahwa jalan-jalan di perbatasan betul-betul dapat terwujud. Ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, dan kesejahteraan juga pasti mengikut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








