Angka Penyakit ISPA di Nunukan Capai 588 Kasus, Tertinggi Dalam 10 Pekan Terakhir

benuanta.co.id, NUNUKAN – Angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mencapai 588 kasus pada pekan kedua Oktober 2026.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam 10 pekan terakhir berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ISPA, terutama di tengah tren kasus yang masih berada di atas 500 kasus per pekan sejak akhir Agustus 2026.

“Berdasarkan data Rekam Medis Elektronik (RME) Sehati 2026, sebanyak 588 kasus ISPA tercatat pada Minggu ke-40, periode 4–10 Oktober 2026. Jumlah ini meningkat 49 kasus dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan 539 kasus,” beber Miskia.

Jika dibandingkan dengan awal periode pemantauan, jumlah kasus tersebut bertambah 153 kasus atau sekitar 35,2 persen dari 435 kasus pada Minggu ke-31, periode 2–8 Agustus 2026.

Data ini menunjukkan kasus ISPA di Nunukan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, meskipun sempat mengalami penurunan pada awal Agustus.

Miskia menerangkan, pada Minggu ke-32, jumlah kasus tercatat sebanyak 450 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 419 kasus pada Minggu ke-33 dan 417 kasus pada Minggu ke-34.

Baca Juga :  Rp100 Juta Penanganan Jalan Gajah Mada Tarakan

Namun, lonjakan terjadi pada Minggu ke-35, periode 30 Agustus–5 September 2026, ketika jumlah kasus meningkat menjadi 532 kasus atau bertambah 115 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

Tren kasus kemudian bertahan di atas 500 kasus per pekan. Pada Minggu ke-36 tercatat 529 kasus, Minggu ke-37 sebanyak 517 kasus, Minggu ke-38 mencapai 546 kasus, dan Minggu ke-39 sebanyak 539 kasus.

Peningkatan kembali terjadi pada Minggu ke-40 dengan total 588 kasus, sekaligus menjadi angka tertinggi selama periode pemantauan tersebut.

Menyikapi perkembangan tersebut, Miskia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ISPA dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut atau kondisi semakin memburuk.

Menurutnya, gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan perlu diwaspadai. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Miskia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala gangguan pernapasan, terutama jika disertai keluhan yang semakin berat.

Baca Juga :  Deteksi Dini Narkoba, 500 ASN Pemprov Kaltara Dites Urine

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Masyarakat jangan menganggap remeh gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Jika keluhan berlanjut atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain mengenali gejala, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk membantu mengurangi risiko penularan infeksi saluran pernapasan.

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Penggunaan masker juga perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan maupun saat berada di lingkungan berisiko.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Penggunaan masker juga perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala gangguan pernapasan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kelompok rentan agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala ISPA. Terlebih, jika muncul sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk, penanganan medis perlu segera dilakukan.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Minta SKK Migas Gunakan Kontraktor Lokal di Kaltara

“Anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih. Apabila mengalami gejala ISPA, jangan menunda pemeriksaan, terutama jika muncul sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk,” tambahnya.

Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, serta mendapatkan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.

Masyarakat juga diimbau mempertimbangkan penggunaan masker saat berada di tempat ramai atau lingkungan berdebu.

“Jika mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, atau gejala yang semakin berat, segera mencari pertolongan medis,” tambahnya.

Miskia berharap peningkatan kasus ISPA tidak membuat masyarakat panik, tetapi menjadi pengingat untuk lebih disiplin menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga. Apabila mengalami gejala yang mengarah pada ISPA, segera datangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” tutupnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina