benuanta.co.id, BULUNGAN – Nama pelatihan kursus mengemudi PT Ilmiari Training Center diduga digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membuat akun media sosial.
Selain merugikan calon peserta yang ingin mengikuti kursus mengemudi, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang bersangkutan ikut terancam akibat ulah oknum tersebut.
PT Ilmiari Training Center yang berlokasi di Jalan Jambu, Tanjung Selor, selama ini memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan layanan dan kegiatan mereka kepada masyarakat.
Direktur PT Ilmiari Training Center, Kuswari, mengatakan oknum tersebut diduga membuat akun media sosial baru dengan menggunakan identitas yang menyerupai lembaga miliknya. Bahkan, sejumlah konten promosi yang diunggah melalui akun resmi mereka diduga diambil dan digunakan kembali.
“Jadi kami itu punya akun medsos juga, ada di TikTok yang biasanya kami sering share kegiatan kami, baik itu brosurnya dan kegiatan lainnya. Itu yang kemudian diambil untuk dipakai ke akun oknum ini,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Kuswari mengaku pertama kali mengetahui adanya dugaan penipuan tersebut setelah seorang calon peserta yang hendak mendaftar kursus mengemudi merasa curiga dengan nomor telepon yang dihubunginya.
Kebetulan, calon peserta tersebut merupakan kenalannya sehingga langsung mengonfirmasi nomor tersebut kepada Kuswari untuk memastikan apakah benar milik PT Ilmiari Training Center.
“Jadi calon peserta kami itu merasa heran kenapa nomor yang dihubungi berbeda. Kebetulan kenalan saya, jadi langsung menanyakan ke saya,” jelasnya.
Setelah menerima informasi tersebut, Kuswari mencoba menghubungi langsung nomor yang diduga digunakan oleh oknum tersebut melalui WhatsApp.
Namun, saat dimintai penjelasan mengenai lokasi kantor, orang yang dihubunginya itu disebut tidak dapat memberikan keterangan secara lengkap. Sebaliknya, oknum tersebut justru menawarkan layanan antar jemput untuk calon peserta kursus mengemudi.
“Saya hubungi langsung, saya WhatsApp, kemudian dia tidak bisa menjelaskan secara lengkap lokasi kantor. Oknum itu malah meminta antar jemput untuk kursusnya,” katanya.
Menurutnya, penggunaan nama dan materi promosi lembaga tanpa izin dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama bagi calon peserta yang belum mengetahui akun resmi PT Ilmiari Training Center.
Ia khawatir, jika tidak segera diantisipasi, masyarakat yang ingin mendaftar kursus justru menghubungi pihak yang salah. Dampaknya bukan hanya berpotensi merugikan calon peserta, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas lembaga serta merusak kepercayaan pelanggan yang selama ini dibangun.
Kuswari pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menemukan akun media sosial yang menawarkan layanan kursus mengemudi dengan menggunakan nama PT Ilmiari Training Center. Calon peserta diharapkan memastikan nomor kontak dan lokasi kantor sebelum melakukan pendaftaran maupun transaksi.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak langsung mempercayai akun media sosial yang menggunakan nama dan materi promosi suatu lembaga tanpa memastikan keasliannya terlebih dahulu. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








