benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meluncurkan proyek lingkungan bertajuk Enggang Kaltara Project (EKP), sebuah inisiatif pembangunan rendah karbon berbasis masyarakat yang menyasar restorasi besar-besaran ekosistem gambut dan mangrove.
Total area yang ditargetkan mencapai 366 ribu hektare. Rinciannya, 185 ribu hektare lahan gambut dan 181 ribu hektare kawasan mangrove yang tersebar di sejumlah wilayah Kaltara.
Saat dikonfirmasi Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, mengatakan proyek ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya posisi strategis Kaltara sebagai salah satu penyangga ekosistem gambut dan mangrove di Pulau Kalimantan.
“Kaltara memiliki aset alam luar biasa. Ini langkah nyata untuk melindungi dan memulihkan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Proyek ini dirancang berjalan dalam jangka panjang, hingga 40 tahun ke depan. Sejak 2024, tahap percontohan telah dimulai dengan fokus pada lahan gambut terdegradasi dan kawasan mangrove yang berada dalam kategori Areal Penggunaan Lain (APL).
Dari sisi lingkungan, EKP ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 7 juta ton karbon dioksida ekuivalen per tahun. Selain itu, proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas habitat dan menjaga keanekaragaman hayati.
Tak hanya aspek ekologis, pemerintah daerah juga menargetkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Skema berbasis masyarakat menjadi salah satu pendekatan utama dalam implementasinya.
Secara administratif, proyek ini telah terdaftar dalam sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan nomor 005-VIII-2023-4256. Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan sertifikasi internasional melalui standar Verified Carbon Standard (VCS) dan Climate, Community & Biodiversity (CCB).
Bertius menegaskan, EKP bukan sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di tingkat provinsi. Proyek ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
“Ini bukan proyek jangka pendek. Ini warisan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







