benuanta.co.id, BALIKPAPAN – Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara (LADKKU), Ingkong Ala, melakukan audiensi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) VI/Mulawarman, Kota Balikpapan, Senin (16/3) sore.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara tokoh adat Dayak Kenyah dan jajaran TNI untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di Kaltara yang merupakan daerah perbatasan negara.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua LADKKU, Ingkong Ala yang juga menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat adat, termasuk harapan agar generasi muda Dayak Kenyah memiliki peluang lebih luas untuk mengabdi kepada negara melalui jalur TNI, khususnya Akademi Militer (AKMIL).
Ingkong Ala mengatakan, banyak pemuda dari wilayah pedalaman dan Perbatasan memiliki semangat besar untuk menjadi prajurit TNI. Namun, keterbatasan akses informasi dan pembinaan awal sering menjadi kendala bagi mereka untuk mengikuti proses seleksi.
“Banyak generasi muda Dayak Kenyah yang memiliki semangat besar untuk mengabdi melalui TNI, khususnya AKMIL. Namun, mereka masih menghadapi keterbatasan informasi seleksi serta pembinaan awal, terutama bagi yang berasal dari wilayah pedalaman dan Perbatasan,” ujarnya.
“Karena itu, kami berharap TNI dapat memperluas sosialisasi penerimaan prajurit di daerah dan membuka ruang pembinaan bagi calon peserta dari wilayah perbatasan,” sambung dia.
Menurutnya, langkah ini penting agar putra-putri masyarakat adat memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Harapan kami ada sosialisasi dan pembinaan yang lebih luas di daerah. Dengan begitu, anak-anak muda dari masyarakat adat juga memiliki peluang yang sama untuk mengikuti seleksi dan mengabdi kepada negara,” ungkapnya.
Selain membahas peluang bagi generasi muda, Ingkong Ala juga menegaskan komitmen masyarakat adat Dayak Kenyah untuk terus menjaga nilai persatuan, keutuhan NKRI, serta stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
“Selama ini hubungan antara masyarakat adat dan TNI terjalin dengan baik, dan perlu terus diperkuat melalui komunikasi serta kerja sama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN),Marthin Billa serta sejumlah tokoh Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltara, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara, Joni Laing Impang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara lembaga adat dan TNI dalam menjaga persatuan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Kaltara.(*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







