benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah jadwal keberangkatan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Tarakan telah penuh pada periode angkutan Lebaran 2026.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri naik kapal apabila kapasitas angkut telah terpenuhi demi menjaga keselamatan pelayaran.
Kepala Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengungkapkan pada beberapa jadwal keberangkatan telah terjadi peningkatan jumlah penumpang karena sebagian masyarakat telah membeli tiket jauh hari sebelumnya. Kondisi ini membuat beberapa keberangkatan memiliki tingkat keterisian yang tinggi.
“Iya, untuk jumlah penumpang sudah ada kenaikan di beberapa tanggal keberangkatan seperti tanggal 11 dan 15 kemarin, serta 16 Maret besok karena penumpang sudah membeli tiket jauh hari,” sebutnya, Ahad (15/3/2026).
Ia menjelaskan pada beberapa jadwal keberangkatan, kuota penumpang bahkan telah terpenuhi. Namun demikian, pihak Pelni tetap berpegang pada ketentuan kapasitas kapal yang telah ditetapkan demi menjaga standar keselamatan pelayaran.
“Terkait tambahan akan disesuaikan dengan jumlah dispensasi masing-masing kapal,” jelasnya.
Untuk melayani penumpang dari Tarakan, Pelni mengoperasikan empat kapal dengan kapasitas yang berbeda-beda. Kapal-kapal tersebut terdiri dari dua unit kapal penumpang berkapasitas sekitar 2.000 orang, satu kapal perintis berkapasitas 400 penumpang, serta satu kapal rede berkapasitas 80 penumpang.
“Iya, untuk hal tersebut juga sama dengan pola tahun kemarin yang mana kami operasikan empat kapal terdiri dari dua unit kapal penumpang tipe 2.000 pax, satu unit kapal perintis 400 pax dan satu unit kapal rede 80 pax,” paparnya.
Adapun kapal yang beroperasi melayani rute dari Tarakan yakni KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Sabuk Nusantara 97, serta KM Gandha Nusantara 5. Seluruh kapal tersebut dioperasikan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta kepatuhan terhadap kapasitas angkut yang telah ditetapkan.
“Empat kapal yang kami operasikan yaitu KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Sabuk Nusantara 97 dan KM Gandha Nusantara 5,” imbuhnya.
Ferdy menegaskan keselamatan penumpang merupakan prioritas utama dalam setiap pelayaran. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri untuk tetap berangkat jika kapasitas kapal sudah penuh.
“Mohon agar tidak memaksakan diri apabila kapasitas kapal sudah sesuai kapasitas angkut guna memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran,” tandasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







