benuanta.co.id, TARAKAN – Para pengemudi transportasi online di Tarakan menyuarakan keinginan agar diberi akses menjemput penumpang langsung di area Bandara Juwata Tarakan. Aspirasi itu disampaikan usai mereka bertatap muka dengan Kapolda Kaltara di Pondok Lesehan Tarakan beberapa waktu lalu.
Selama ini mereka hanya diperbolehkan menunggu di luar gerbang bandara, sehingga proses penjemputan dinilai kurang efisien dan menyulitkan penumpang.
Salah satu perwakilan pengemudi online, Alimuddin, mengeluhkan keterbatasan ruang gerak dan berharap dapat bekerja secara resmi di area bandara. “Kami ingin bisa masuk ke dalam untuk menjemput penumpang agar lebih efisien,” singkatnya.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Perwakilan Manajemen Bandara Juwata Tarakan, Elisabet Florens, menjelaskan pihak bandara telah mengadakan pertemuan resmi bersama salah satu penyedia transportasi online, yaitu Grab. Pertemuan ini digelar untuk membahas rencana kerja sama operasional di kawasan bandara.
“Kita beberapa waktu lalu itu pada Kamis (27/11/2025) sudah melakukan pertemuan dengan Grab,” ungkapnya, Selasa (9/12/2025).
Elisabet menyebutkan pihak bandara sangat terbuka dengan keberadaan transportasi online demi memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. “Intinya kalau kita dari pihak bandara itu ya senang saja menerima karena apalagi posisi kita sebagai BLU,” ujarnya.
Kendati demikian, pembahasan kerja sama masih memerlukan penyelesaian teknis. Pihak bandara masih menunggu pemenuhan persyaratan administrasi dan korespondensi resmi dari platform transportasi lainnya seperti Maxim dan Gojek.
“Kemarin itu baru grab saja. Selebihnya ya masih menunggu teknis karena juga rencana memang Gojek dan Maxim juga akan masuk,” paparnya.
Menurutnya, saat ini Grab secara administrasi sudah diterima untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Namun, ia menegaskan seluruh platform harus dibahas secara kolektif agar aturan teknis operasional dapat diterapkan dengan rapi dan merata.
“Untuk si Grab kemarin itu ya secara administrasi diterima, jadi tinggal menunggu Maxim dan Gojek,” tuturnya.
Terkait teknis pengaturan titik penjemputan, bandara telah menyiapkan lokasi khusus agar tidak mengganggu lalu lintas pengguna bandara. “Standar aturannya nanti ya sama dengan taksi bandara, tetap nanti titiknya di depan bandara di mana supaya rapi karena kan memang agak sempit. Nanti ada semacam grab point,” terangnya.
Sementara untuk jadwal pertemuan lanjutan dengan Maxim dan Gojek, pihak bandara masih menunggu komunikasi resmi dalam bentuk surat, meskipun sudah ada kontak awal secara telepon.
“Rencana pertemuan lanjutan dengan Maxim dan Gojek itu belum tahu ya karena memang dari pihak sana belum bersurat, kemungkinan minggu depan. Tapi memang sebagai komunikasi awa mereka sudah menelepon,” tambahnya.
Bandara Juwata Tarakan menegaskan komitmennya untuk merampungkan kerja sama ini demi meningkatkan pelayanan publik sekaligus menjaga keteraturan di kawasan bandara. “Kita ya malah senang kalau ada kerja sama,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







