Gubernur Kaltara Desak Pemerintah Pusat Bangun Jembatan di Perbatasan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum kembali menyuarakan persoalan infrastruktur di wilayah perbatasan kepada pemerintah pusat. Dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Zainal menyoroti pentingnya pembangunan akses jalan dan jembatan pada ruas Malinau–Krayan, terutama Jembatan Sungai Binuang.

“Konektivitas di ruas Malinau–Krayan masih terhambat karena belum adanya jembatan di beberapa sungai, salah satunya Sungai Binuang,” ujar Zainal.

“Kalau jembatan itu sudah dibangun, masyarakat di Krayan tidak perlu lagi bergantung pada pasokan sembako dari Malaysia. Semua bisa dikirim dari dalam negeri lewat jalur Malinau–Krayan.”ujarnya lagi.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan: Pekerja Swasta Juga Bisa Dapat Jaminan Pensiun

Mendengar penjelasan itu, Menkeu Purbaya menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. Ia menjanjikan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan Jembatan Binuang.

“Nanti saya alokasikan Rp150 miliar untuk pembangunan jembatan di Kaltara,” kata Purbaya.

Namun, menurut Zainal, dana tersebut kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Jika memungkinkan, anggaran itu akan dibagi untuk pembangunan dua jembatan sekaligus, yakni Jembatan Sungai Binuang dan Jembatan Sungai Semamu.

Baca Juga :  Truk Mengular di SPBU Bulungan dan Tarakan, Pertamina Akan Atur Jam Jual Biosolar

“Itu nanti kita bagi dua sesi, Binuang dan Semamu. Saya pernah kehilangan anggota di sana. Insya Allah bisa dua jembatan. Memang Rp150 miliar itu untuk satu jembatan, tapi kalau bisa digeser, akan kita upayakan,” ucap Zainal.

Gubernur Zainal juga menceritakan pengalamannya melintasi jalan Malinau–Krayan yang membentang sekitar 200 kilometer. Perjalanan darat itu, kata dia, memakan waktu tiga hari dua malam.

“Di sana itu garuda di dadaku, Malaysia di perutku. Untung masyarakat di sana masih setia pada NKRI. Yang dibutuhkan sebenarnya hanya satu jembatan sekitar seratus meter. Ini jalan nasional, bukan jalan provinsi. Tolong ini jadi perhatian,” tegas Zainal.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Aman, Empat Armada Pelni di Tarakan Dipastikan Laik Laut

Suara dari perbatasan itu kini telah mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat. Jika rencana berjalan mulus, pembangunan Jembatan Binuang dan Semamu diharapkan dapat membuka isolasi wilayah Krayan dan memperkuat kedaulatan ekonomi di perbatasan utara Indonesia. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *