benuanta.co.id, TARAKAN – Penumpang rute Malinau-Tarakan akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Tengkayu I. Setelah sebelumnya speedboat yang mereka tumpangi yakni SB Malinau Express 6 terbalik di perairan Tana Tidung pada Senin (22/9/2025).
Satu penumpang, Ajang Kahang tiba bersama istrinya di Kota Tarakan menggunakan SB Harapan Baru Express dan bersyukur selamat dari insiden tersebut. Ia menceritakan adanya benturan sebanyak 2 kali saat speedboat mulai berlayar.
“Awalnya masih aman saja, speedboat masih bisa jalan. Tapi setelah 10 menit kemudian ada benturan keras lagi, semua penumpang kaget,” ungkapnya, Senin (22/9/2025).
Akibat benturan tersebut, air mulai masuk ke badan speedboat. Beberapa penumpang bahkan sempat panik ketika melihat lantai kapal mulai tergenang.
“Saya dengar anak-anak teriak ‘om, ada air masuk’. Waktu saya lihat, lantai sudah penuh air. Langsung saya kasih tahu semua agar bersiap ke pinggir,” jelasnya.
Situasi semakin darurat ketika air mencapai lutut penumpang. Untungnya, posisi kapal sudah dekat dengan daratan Tideng Pale sehingga motoris berinisiatif mengarahkan kapal ke tepi sungai.
“Daratan sudah kelihatan, jadi kami coba kepinggir. Saat tiba di pinggir, semua penumpang turun, barang-barang diangkat, dan tidak lama speedboat tenggelam serta terbalik,” tambahnya.
Dalam peristiwa ini, terdapat 39 orang di dalam speedboat, terdiri dari 33 penumpang dewasa, 2 anak-anak, serta 4 motoris. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat berkat bantuan cepat tim gabungan dari BPBD, Dinas Perhubungan, Polres Tana Tidung, Kodim 0914, Satpol PP, Syahbandar, dan instansi lainnya.
“Semua penumpang langsung diberi pelampung untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Para penumpang sempat menunggu sekitar satu jam di daratan sebelum akhirnya dijemput speedboat pengganti dari Malinau. “Setelah kami menyingkir ke daratan, sekitar sejam kemudian ada speedboat pengganti datang menjemput. Jadi kami semua aman,” katanya.
Seluruh penumpang kemudian melanjutkan perjalanan ke Tarakan menggunakan SB Alfian Rizki dan SB Harapan Baru Express. Insiden ini diduga terjadi karena kondisi perairan yang dipenuhi kayu gelondongan yang sulit terlihat. “Posisinya memang banyak kayu-kayu yang tidak kelihatan, jadi benturan tidak bisa dihindari,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







