benuanta.co.id, TARAKAN – Penyandang disabilitas di Kalimantan Utara (Kaltara) kini mendapat keringanan biaya transportasi laut. Mereka akan menikmati potongan harga tiket sebesar 20 persen untuk moda transportasi speed reguler seumur hidup. Kebijakan ini disambut gembira karena dianggap mendorong terciptanya transportasi yang inklusif.
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tarakan, Muhammad Yosta Novami, menilai langkah ini sangat membantu penyandang disabilitas dalam mengakses transportasi laut. Menurutnya, transportasi merupakan kebutuhan vital, terlebih bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Dengan adanya potongan harga, tentu sangat membanggakan bagi kami karena lebih mudah melakukan perjalanan,” ungkapnya, Rabu (17/9/2025).
Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya sebatas program seremonial, melainkan benar-benar dijalankan secara konsisten demi meringankan beban masyarakat penyandang disabilitas.
Dirinya juga menekankan pentingnya transportasi yang inklusif, agar semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial, ekonomi, maupun budaya.
Kebijakan potongan tiket ini dirangkai dengan peluncuran program transformasi layanan kepelabuhanan berbasis digital atau DigiPort yang digagas Pemerintah Provinsi Kaltara. Program ini menitikberatkan pada efisiensi, transparansi, serta percepatan layanan di sektor transportasi laut.
Gubernur Kaltara, Dr. Zainal Arifin Paliwang, menegaskan DigiPort menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Transformasi digital, kata dia, diperlukan untuk memangkas birokrasi, meningkatkan transparansi, dan mempercepat layanan kepelabuhanan.
“Dengan adanya Digi Port, kita dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta menekan biaya dalam layanan kepelabuhanan,” ujarnya.
Transformasi ini akan dimulai dengan penerapan sistem pembayaran digital non-tunai untuk retribusi jasa kepelabuhanan di pelabuhan milik Pemerintah Provinsi Kaltara.
Mekanismenya meliputi QRIS, mesin EDC, maupun transfer langsung ke rekening kas daerah. Program ini turut menggandeng mitra strategis seperti Bank Indonesia dan Bank Kaltara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, H. Idham Chalid, menambahkan DigiPort hadir untuk mencegah kebocoran pendapatan, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta meningkatkan kepercayaan publik.
Menurutnya, digitalisasi layanan pelabuhan akan memberi banyak manfaat, mulai dari efisiensi waktu, transparansi keuangan, hingga kemudahan akses bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan, peluncuran Digi Port bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional, 17 September 2025. Dengan mengusung tema Kaltara Terhubung Indonesia Maju, Transformasi Menyatukan Wilayah, Menggerakkan Masa Depan, pihaknya berharap program ini menjadi tonggak penting menuju layanan transportasi modern, bersih, dan berpihak kepada masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga, dan kesempatan program ini, akan dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi peningkatan layanan publik, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat, serta kemanjuan ekonomi, dalam Kalimantan Utara,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







