Bandara Juwata Didorong Tingkatkan Pelayanan sebagai Pintu Gerbang Internasional 

benuanta.co.id, TARAKAN – Forum Group Discussion (FGD) bertema ‘Sinergi Lintas Sektor Mewujudkan Bandara Juwata Tarakan sebagai Pintu Gerbang Internasional Kalimantan Utara’ digelar di Terminal Klasik Bandara Juwata Tarakan, Senin (15/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder baik pemerintah provinsi, pihak bandara, OPD terkait, maskapai hingga pengusaha.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Tarakan, Bambang Hartato, menjelaskan pentingnya forum ini sebagai wadah komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

“Bandara Juwata Tarakan telah ditetapkan sebagai bandara internasional berdasarkan KM 37 Tahun 2025. Namun penetapan ini harus diikuti dengan kesiapan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan,” jelasnya, Senin (15/7/2025).

Baca Juga :  Apresiasi Rute Baru Tarakan–Berau, Gubernur Zainal Tekankan Keselamatan Penumpang

Bambang juga menekankan status bandara internasional tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kolaborasi. Ia mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga sektor swasta.

“Semuanya agar bandara ini benar-benar mampu menjadi pintu gerbang internasional Kalimantan Utara,” katanya.

Dalam diskusi, para audiens juga menyinggung pentingnya kesiapan sektor pendukung. Bambang mencontohkan perlunya peningkatan fasilitas keimigrasian, bea cukai, hingga karantina.

“Semua perangkat harus siap. Ketika penerbangan internasional mulai berjalan, penumpang harus merasakan layanan yang setara dengan bandara besar lainnya di Indonesia,” terangnya.

FGD yang berlangsung interaktif ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis. Di antaranya, perlunya percepatan penataan kawasan sekitar bandara, peningkatan kualitas SDM penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan pihak maskapai.

Baca Juga :  Wagub Kaltara Dorong Integrasi Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN

“Kita ingin bandara ini tidak hanya besar secara status, tapi juga mampu memberi nilai tambah nyata bagi Kalimantan Utara,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Idham Chalid, Sp.i., MP, menyoroti peran strategis Bandara Juwata Tarakan dalam membuka akses ekonomi dan pariwisata. Menurutnya, bandara internasional akan menjadi simpul pertumbuhan baru.

“Ke depan, bandara ini harus melayani penerbangan internasional secara reguler. Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi kebutuhan untuk membuka peluang investasi dan pariwisata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kuota Kapal Penuh, Pelni Tarakan Imbau Penumpang Tidak Memaksakan Diri

Idham menambahkan, pemerintah provinsi siap bersinergi untuk mendukung pengembangan bandara. Ia menilai konektivitas antarwilayah dan antarnegara akan semakin terbuka.

“Dengan dukungan lintas sektor, Bandara Juwata bisa menjadi simpul penghubung antara Indonesia dengan negara-negara tetangga, terutama Malaysia bagian timur,” katanya.

Idham mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai awal kolaborasi nyata. Sinergi ini bukan hanya untuk hari ini, tapi harus berkelanjutan. “Bandara Juwata adalah wajah Kalimantan Utara, dan wajah itu harus ditampilkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *