Mosi Tidak Percaya Terhadap Pansel Selter Sekprov, BKD Kaltara Tegaskan Semua Tahapan Sesuai Aturan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Aliansi masyarakat adat Provinsi Kalimantan Utara Asli (Kaltara) mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltara untuk menyampaikan mosi tidak percaya terhadap proses Seleksi Terbuka (Selter) jabatan Sekprov Kaltara.

Dimana Aliansi masyarakat adat asli Kaltara, menduga pihak Panitia Seleksi (Pansel) Sekprov Kaltara tidak netral dalam mengumumkan hasil tahapan Selter.

“Kita sengaja datang kesini untuk menyampaikan moksi tidak percara terhadap Pansel dan tahapan Selter jabatan Sekprov Kaltara dan meminya kepada pihak Pansel untuk terbuka, jujur dan adil dalam melaksanakan tugas,” kata Ketua Aliansi masyarakat adat asli Kaltara, Agustinus pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Agustinus menduga adanya diskriminasi terhadap dua putera daerah Kaltara yang mengikuti Selter jabatan Sekprov Kaltara yakni Mohammad Pandi, yang kini menjabat sebagai Sekwan DPRD Provinsi Kaltara dan Tomy Labo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bapenda Kaltara.

Baca Juga :  Apresiasi Rute Baru Tarakan–Berau, Gubernur Zainal Tekankan Keselamatan Penumpang

“Dua putera terbaik Kaltara ini digugurkan dengan cara yang kita anggap tidak adil dan dilakukan secara sepihak,” jelasnya.

“Harusnya pihak Pansel memberikan kesempatan kepada para peserta Selter untuk memperbaiki berkas jika ada kekurangan atau kesalahan dan bukan langsung mengugurkan,” ujarnya.

Agustinus berharap Aliansi masyarakat adat asli Kaltara agar Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dan Pansel Selter Jabatan Sekprov Kaltara untuk memberikan kesempatan kepada dua putera terbaik Daerah yang gugur untuk melanjutkan proses Selter ke tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Pastikan Hari Raya Nyepi dan Takbiran Idulfitri Kondusif di Kaltara

“Karena dari awal proses Selter ini memang meragukan dan tidak profesional jadi kita harap Gubernur Kaltara mendengarkan aspirasi kami,” tandasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara) Plt. Kepala BKD Kaltara Andi Amriampa memastikan seluruh tahapan seleksi jabatan pimpinan tinggi madya Sekprov Kaltara telah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Tidak ada perlakuan berbeda. Seluruh peserta terikat oleh mekanisme yang berlaku dan semua berjalan secara terbuka sesuai aturan,” kata pria yang akrab disapa Andi.

Ia menyebutkan bahwa tahapan seleksi kali ini berbeda dengan periode sebelumnya. Tahun 2025, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui portal BKN di asnkarier.bkn.go.id.

“Pendaftaran resmi ditutup oleh sistem pada 21 Agustus 2025 pukul 16.00 Wita. Setelah itu sistem otomatis menutup akses, sehingga tidak mungkin ada lagi perbaikan atau penambahan berkas,” terangnya.

Baca Juga :  HIPMI Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama dan Memberikan Santunan Anak Yatim

“Begitu juga dengan nomor surat sudah disesuaikan dengan hasil rapat resmi Pansel, dan dokumennya juga telah diunggah melalui laman resmi BKD Kaltara,” ujarnya.

Sedangkan terkait adanya aksi masa yang mengatasnamakan Alisansi Masyarakat Adat Asli Kaltara yang memprotes berjalannya proses Selter, Andi mengaku masih menunggu laporan dari jajarannya.

“Saat ini posisi saya sedang berada di Semarang untuk mengikuti kegiatan pemerintah dan saya juga belum ada informasi terkait adanya aksi tersebut. Jadi saya menunggu laporan dari jajaran dulu sebelum menanggapinya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *