benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 30 Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) resmi dibentuk di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (6/8/2025). Pembentukan ini ditandai dengan pelantikan relawan serta penandatanganan nota kesepakatan perjanjian kerja sama antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Pemerintah Kota Tarakan.
Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Tarakan ini turut dihadiri Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Teguh Prasetya, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, serta perwakilan Forkopimda dan berbagai komunitas kemaritiman.
Relawan yang tergabung dalam Rapala berasal dari beragam latar belakang, seperti nelayan, pembudidaya, pengusaha perikanan, hingga tokoh masyarakat. Mereka dibekali pemahaman mengenai pentingnya keamanan laut dan akan berperan aktif sebagai mitra strategis aparat dalam memberikan informasi terhadap potensi ancaman di wilayah perairan.
Teguh Prasetya menyebut pembentukan Rapala ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut dengan melibatkan langsung masyarakat. Apalagi, posisi Tarakan dinilai sangat strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
“Yang pertama itu hati dulu. Ini tugas mulia, mencintai laut dan wilayahnya. Relawan adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan laut. Mereka tidak punya syarat khusus, cukup punya kepedulian dan kemauan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan Rapala di Tarakan menjadi yang ke-12 di Indonesia dan akan terus diperluas seiring kebutuhan wilayah. Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam sistem pengawasan maritim menjadi pelengkap penting bagi kekuatan aparat formal.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menilai wilayah perairan Tarakan sangat rawan terhadap berbagai bentuk ancaman, mulai dari kecelakaan laut hingga kejahatan lintas negara.
“Kadang kecelakaan laut di sini sampai jadi perhatian internasional. Teknologi belum tentu bisa menjangkau semua, terutama kapal-kapal kecil. Jadi kehadiran fisik di lapangan sangat penting,” tuturnya.
Ia menegaskan, menjaga laut merupakan bagian dari pelaksanaan konstitusi yang harus dipatuhi oleh setiap warga negara. Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah dan Bakamla lewat program Rapala adalah langkah yang sangat relevan.
Ketua Rapala Tarakan, Rustan menambahkan, relawan yang tergabung tidak hanya berasal dari sektor laut, namun juga berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap kondisi perbatasan. Menurutnya, keterlibatan berbagai komunitas akan memperkuat daya jangkau pengawasan, baik di laut maupun darat.
“Ini sangat baik untuk menjaga stabilitas keamanan di laut. Ancaman bukan hanya dari laut, tapi juga dari darat, seperti peredaran narkotika. Maka kami akan menjadi mitra strategis Bakamla, memberikan informasi yang dibutuhkan untuk penindakan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







