Disnakertrans Kaltara Dorong PSN Buka Peluang bagi Tenaga Kerja Lokal

benuanta.co.id, BULUNGAN – Hingga saat ini Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terus berpotensi melibatkan tenaga kerja lokal dalam pembangunan.

Demi mendorong hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), aktif menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan pelaksana proyek strategis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kaltara Asnawi, telah turun langsung ke lapangan untuk memantau dan mendorong perusahaan. Tujuannya agar membuka peluang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja asal Kaltara.

“Kami sudah datang ke lokasi beberapa proyek strategis, salah satunya KIHI. Di sana kami menyampaikan tenaga kerja lokal harus diberi ruang untuk ikut serta. Perusahaan juga sudah membuka lowongan, tinggal kesiapan kita yang perlu ditingkatkan,” katanya Selasa (8/7/2025).

Baca Juga :  Wagub Kaltara Dorong Integrasi Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN

Meski perusahaan menyatakan kesiapan menampung pekerja lokal, menurut Asnawi, keberhasilan keterlibatan tenaga kerja daerah sangat bergantung pada inisiatif pencari kerja itu sendiri. Termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten/kota.

“Tenaga kerja lokal harus aktif mencari informasi dan mempersiapkan diri. Ini tidak bisa hanya menunggu, tapi harus jemput bola. Kalau tidak ada yang siap, perusahaan tentu akan ambil tenaga kerja dari luar,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu posisi teknis seperti operator alat berat yang sebenarnya bisa diisi oleh tenaga kerja lokal. Namun dalam praktiknya, banyak posisi itu diisi oleh tenaga dari luar daerah karena minimnya kesiapan SDM lokal.

Baca Juga :  HIPMI Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama dan Memberikan Santunan Anak Yatim

“Operator alat berat itu contoh yang seharusnya bisa kita isi. Kita punya orang-orang yang bisa, tinggal bagaimana mengakses peluangnya,” tutur Asnawi.

Sebagai upaya peningkatan kualitas SDM, Pemprov Kaltara telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kaltara untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, hingga kini pembangunan gedung BLK tersebut belum terealisasi.

Asnawi juga mengaku telah menyampaikan kebutuhan ini saat kunjungan Komisi VII DPR RI ke Tanjung Selor. Meskipun komisi tersebut tidak secara langsung membidangi ketenagakerjaan. Ia tetap mendorong dukungan melalui jalur kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian yang mengeluarkan izin industri.

Baca Juga :  Pertumbuhan Perusahaan Konstruksi di Kaltara Meningkat, Mayoritas Ada di Kota Tarakan 

“Saya bilang, jangan sampai industri besar hadir di Kaltara tapi masyarakatnya hanya jadi penonton. Harus ada keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Pemprov Kaltara berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan dan pemerintah pusat, memberikan perhatian serius agar tenaga kerja lokal Kaltara tidak hanya menjadi penonton di tengah laju investasi dan pembangunan masif yang terjadi di daerah. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *