Jumlah Mustahik di Kaltara Meningkat

benuanta co.id, TANJUNG SELOR – Besaran kadar zakat fitrah di bulan suci Ramadan 1446 H /2025 M bervariasi. Hal itu dikatakan kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Ubid Hadruni.

Dijelaskan Ubid sapaannya, untuk wilayah Kabupaten Bulungan adalah 2,5 kg beras per jiwa. Jika dibayarkan dalam bentuk uang, ditetapkan dalam tiga kategori berdasarkan harga beras yang berlaku di pasaran, yakni kategori terendah Rp 30.000 per jiwa, kategori sedang Rp 43.750 per jiwa, dan kategori tertinggi Rp 60.000 per jiwa.

“Jika ada masyakarat yang ingin bayar zakat fitrah di wilayah Tarakan, Nunukan, KTT, dan Malinau misalnya, kadarnya akan berbeda lagi, dan dari semua wilayah di Kaltara Kabupaten Bulungan paling tinggi untuk kadar zakatnya,” ucapannya, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  Speedboat Reguler di Kayan II Dipastikan Laik Layar untuk Angkutan Lebaran

Hal yang mendasari dalam perbedaan kadar Zakat di Kabupaten kota kata Ubid, ialah harga bahan pokok dan masyarakat mengkonsumsi dengan harga berapa.

“Karena kita tinggal di ibu kota mungkin kebanyakan orang yang mengkonsumsi beras Rp 20 sampai Rp 25 ribu perkilo, itu untuk golongan satu, sementara untuk golongan dua biasanya masyakarat mengkonsumsi beras dengan harga Rp. 16 sampai 18 ribu sedangkan golongan tiga, masyakarat mengkonsumsi beras di harga Rp 10 ribu,” jelasnya.

Adapun untuk masyakarat yang ingin membayar zakat, Ubid mengharapkan pembayaran melalui Baznas, pasalnya ia memiliki data Mustahik. Yang mana zakat yang sudah terkumpul bisa langsung diberikan kepada yang berhak menerima.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Gelombang Laut Kaltara Berpotensi Capai 2,5 Meter pada 14-16 Maret

Ubid menyebutkan jumlah Mustahik di Kaltara mencapai kurang lebih 3.000 ribu yang pernah diberikan bantuan tahun 2024 lalu.

“Kalau data penerima tahun ini (2025) sudah ada dan nanti kita berikan di kabupaten kota karena ada bantuan zakat dari Baznas pusat sekitar 18 ton beras,” ungkapnya.

Dari banyaknya jumlah Mustahik, paling banyak berada di kota Tarakan, Bahakan Ubid memprediksi jumlah Mustahik di tahun 2025 akan ada kenaikan. “Untuk menerima zakat ini juga ada kriteria nya salah satu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil,” jelas Ubid.

Baca Juga :  BLK di Puspem Kaltara Mulai Dibangun Mei 2026

Berkaitan dengan target zakat di tahun 2025, Ubid menargetkan sebesar 50 persen, jika tahun 2024 menargetkan Rp. 3 miliar tahun ini sebesar Rp. 6 miliar.

“Tahun lalu kita di targetkan Rp 3 miliar allhamdulilah kita berhasil mengumpulkan sebesar Rp. 4,2 miliar. Perolehan zakat itu dari zakat fitrah, zakat harta, zakat mal, zakat penghasilan dan jasa dan lain sebagainya,” tuturnya.

Pendapat semua golongan zakat kata Ubid paling banyak berada di Nunukan, Tarakan, KTT, Malinau dan Bulungan (*)

Reporter: Ikke

Editor: Nicky Saputra 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *