benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah dibentuk, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komunitas Antar Etnis Indonesia Bersatu (KIB) kini memiliki kantor sekretariat sebagai tempat berkumpul melakukan perumusan dan pembahasan serta koordinasi tentang etnis di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Ketua Umum DPP KIB, Zainal Arifin Paliwang merasa bersyukur bersama seluruh jajaran pengurus KIB dalam kegiatan syukuran dan peresmian kantor sekretariat Dewan Pengurus Pusat KIB.
“Harapan saya bahwa KIB dapat terus berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia yang masih memilki banyak perbedaan,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Selasa, 23 Januari 2024.
Sebagai organisasi yang terdiri dari berbagai etnis dan agama di Indonesia, KIB berdiri dengan tujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pria yang menjabat sebagai Gubernur Kaltara ini meyakini bahwa semangat yang dianut KIB, yaitu perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan, dapat menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.
“Perbedaan suku, budaya, dan agama tidak harus menjadi penghalang bagi kesatuan dan kemajuan bangsa Indonesia,” jelasnya.
Sebaliknya, dengan semangat dan tekad yang kuat, perbedaan bisa menjadi faktor pendorong bagi masyarakat Indonesia untuk saling memahami, menghargai, dan memperkaya satu sama lain.
“Saya meyakini bahwa KIB dapat menjadi kekuatan positif bagi pembangunan bangsa. KIB dapat menjadi jembatan komunikasi antara berbagai etnis dan agama di Indonesia,” papar.
Dirinya juga berharap KIB juga dapat menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, dan budaya.
Zainal berharap bahwa KIB dapat terus berkembang dan menjadi organisasi yang semakin kuat. Dirinya berharap KIB dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa Indonesia yang masih memerlukan banyak upaya dan kerja keras.
“Mari kita bersama-sama bergandeng tangan dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa, dengan tetap menghargai dan memperkaya perbedaan yang ada,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







