benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) melepas dan menyambut Satgas Pamtas Yonif 621/MTG dan YON Armed 5/PG kepada Arhanud 12/SBP dalam rangka Operasi Pamtas Darat RI-MLY di wilayah Kaltara pada Selasa, 19 September 2023.
Pada kegiatan tersebut Gubernur Kaltara, Drs. Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan adanya kegiatan tersebut untuk melanjutkan tugas-tugas Pamtas sebelumnya yang sudah selesai. Ia juga mengapresiasi tugas Pamtas terdahulu yang sudah berhasil mengamankan perbatasan.
“Selain mengamankan perbatasan juga berhasil menggagalkan perkara-perkara yang berhubungan dengan pidana,” ujar Gubernur Zainal, Selasa (19/9/2023).
Ia pun berharap pasukan yang akan melanjutkan tugas-tugas yang terdahulu agar perbatasan di Kaltara tetap aman dan selalu dijaga oleh petugas Pamtas.
“Agar tidak sejengkal tanah pun tidak dapat dirampas oleh negara lain,” tegasnya.
“Saya berharap mereka tetap solid di perbatasan kemudian saya sampaikan selamat bertugas tetap jaga kekompakan, jaga nama kesatuan dan jaga kesehatan,” lanjutnya.
Terpisah, Komandan Korem 092/Maharahalila, Brigjend TNI Ari Estefanus, S.Sos., M.Sc menerangkan petugas Pamtas akan bertugas tidak hanya di Kaltara namun juga sebagian akan ditugaskan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada dua batalyon tersebut karena mereka berhasil dalam melaksanakan tugas diwilayah Kaltara, mereka telah menorehkan tinta emas didalam penugasannya,” ungkapnya.
Menurutnya, ini adalah pergantian Petugas Pamtas. Pihaknya menyambut dua batalyon yang akan masuk yaitu YON Arhanud 12/SBP dan YON Arhanud 8. Namun, YON Arhanud 8 masih berada di Balikpapan.
“Jadi baru tiba di Balikpapan, nanti mereka akan bergeser ke Tarakan,” imbuhnya.
Jumlah personil sesuai dengan petunjuk komando atas berkurang dari 450 jadi 350. Ia pun menyebutkan keberhasilan yang dicapai petugas Pamtas sebelumnya yaitu penggagalan peredaran narkoba, ball press, kosmetik ilegal dan sebagainya.
“Ini merupakan tugas TNI, salah satu tugas TNI yaitu mengamankan perbatasan, hampir 1.039 kilometer bayangkan kalau tidak dijaga bagaimana perbatasan kita makanya dijaga,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







