benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Alumni STIK-PTIK angkatan 32 mendukung adanya pemberdayaan putra-putri daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mendaftar di Akademi Polisi (Akpol).
Menurut salah satu alumni STIK-PTIK angkatan 32, Brigadir Jenderal Polisi (Purn), Marsoli Sinaga mengatakan tidak ada batasan bagi masyarakat Indonesia untuk mendaftar masuk Akpol. Namun untuk putra-putri daerah yang ada di perbatasan negara tentunya harus dapat perlakuan tertentu, seperti sosialisasi dan pelatihan sebagai persiapan diri.
“Wilayah perbatasan merupakan salah satu Wilayah yang harus dapat perhatian lebih, karena sulitnya akses masuk ke sana. Sehingga saya rasa Polda Kaltara juga harus rutin turun ke sana untuk sosialisasi,” kata Marsoli, Sabtu, 15 Juli 2023.
Selain itu adanya pelatihan untuk mempersiapkan putra-putri daerah Kaltara masuk di Akpol juga perlu dilakukan. Hal itu juga bisa menjadi suatu motivasi bagi putra-putri Kaltara yang hendak menjadi seorang abdi negara.
“Bahkan saya sendiri yang pensiun sebagai seorang Brigjen, dulunya juga berasal dari kampung. Jadi anak-anak Kaltara juga jangan patah semangat duluan jika mau jadi polisi, yang penting semangat dan percaya diri,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya juga menerangkan, Polda Kaltara akan sebisa mungkin mengedepankan putra-putri daerah untuk lolos pendaftaran anggota Polri.
“Secara umum pendaftaran anggota Polri itu akan merata, namun di sini kita juga akan menyiapkan rekrut khusus putra-putri daerah dengan persyaratan tertentu,” terangnya.
Daniel menyebut, calon anggota Polri harus memiliki prestasi tertentu dan harus siap mengikuti pelatihan pra pendaftaran anggota Polri. Di mana hal ini ternyata sudah dibahas oleh Kapolda Kaltara bersama dengan DPRD Provinsi, Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota.
“Sudah kita bahas bersama, nantinya kita akan menyiapkan putra-putri daerah pelatihan yang sama dengan pendaftaran dan pendidikan Polri, tujuannya agar mereka bisa lebih siap saat mengikuti seleksi,” imbuhnya.
“Di sini kita juga ingin anak-anak perbatasan bisa berpeluang lebih baik saat mendaftar sebagai anggota Polri, namun hal ini bisa kita lakukan selama mereka juga mampu dan siap dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Yogi Wibawa







