benuanta.co.id, TARAKAN – Coffee morning bertajuk merajut kebersamaan Kaltara Damai, Indah, Harmonis, Aman, Tertib, dan Inovatif (Di Hati) digelar oleh DPW Pusaka Kaltara bersama Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) di Kopitiam, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Barat pada Rabu (28/6/2023).
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), Paguyuban, tokoh masyarakat, maupun mahasiswa menyampaikan masukan secara langsung kepada orang nomor satu di Kaltara. Adapun sejumlah saran yang disampaikan di antaranya jalan lingkar kota Tarakan. Peran pemerintah dalam mempersiapkan dan mengikutsertakan putra-putri daerah dalam sejumlah program strategis nasional.
Ada pula program gubernur terkait infrastruktur yang belum terjangkau. Adapun masukan lain seperti pembangunan masjid berciri khas Kalimantan, masuknya speed reguler di Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, harapan bantuan soundsystem dari ibu-ibu pengajian.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang menguraikan dari hasil coffee morning bersama sejumlah ormas, paguyuban, organisasi maupun mahasiswa, ia akan berusaha mengakomodir segala saran, permohonan, serta harapan dari segala kalangan.
“Apapun bentuk dari hasil diskusi hari ini, InsyaAllah kami akan berusaha mengakomodir. Namun, saya memohon maaf belum dapat memuaskan orang per orang. Bagi saya, hal tersebut cukup sulit, lantaran saya pribadi juga memiliki sejumlah keterbatasan. Dalam hal tersebut, saya tetap akan berusaha terbuka kepada masyarakat, dan pintu rumah maupun kantor selalu terbuka untuk masyarakat Kaltara,” singkapnya.
Pertemuan hari ini menyambung silahturahmi yang diinisiasi oleh DPW Pusaka Kaltara. Dari kegiatan yang terlaksana, diharapkan seluruh paguyuban, organisasi masyarakat, bahkan sejumlah tokoh masyarakat dapat saling kenal sehingga terjalin silahturahmi antar sesama.
“Selama ini kita tidak mengetahui adanya kelompok organisasi lantaran tidak pernah bertatap muka secara langsung. Dengan kedekatan kepada masyarakat InsyaAllah Kaltara dapat damai, aman, dan seluruh komponen masyarakat bisa menjaga stabilitas daerah kita tercinta,” ucapnya.

Gubernur Kaltara menyampaikan, saat pesta demokrasi 2024 mendatang diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menjaga kondusifitas dengan tidak saling menghujat antar satu dengan yang lain.
“Dengan diselenggarakan coffee morning, suasana kekeluargaan, keakraban, keharmonisan dapat terjalin dengan baik. Selain lain itu, melalui diskusi yang telah disampaikan oleh sejumlah paguyuban, dapat memberi masukan yang membangun bagi pemerintah,” bebernya.
Ormas serta paguyuban se Kaltara memiliki andil dalam menyampaikan informasi kepada kelompoknya dalam menyampaikan antusias pesta demokrasi 2024 mendatang.
“Mari menjaga kerukunan, kekompakan, persaudaraan, supaya pemilu 2024 dapat terlaksana secara damai dan aman. Tujuan forum tersebut merupakan penyambung lidah kepada sesama anggota ormas dan paguyuban yang ada,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPW Pusaka Kaltara, Agus Toni menjelaskan dengan tema Merajut kebersamaan Kaltara dihati atau damai, indah, harmonis, aman dan inovatif, diharapkan saat Pilkada 2024 dan sesuai pesan dari Gubernur Kaltara, pihaknya lebih menitikberatkan terhadap silahturahmi antar ormas maupun sejumlah paguyuban di Tarakan.
“Menurut pandangan kami, belum ada acara ormas yang dilaksanakan seperti ini. Dengan gagasan seperti ini diharapkan dapat menjembatani kepada sesama ormas, paguyuban, maupun ke pemerintah. Kami sangat mendukung lancarnya program pemerintah dalam membangun Kaltara. Kami yakin, suksesnya pembangunan tersebut akan berdampak terhadap sendi-sendi perekonomian masyarakat,” terangnya.
Agus menyampaikan, sebagai putra daerah, pihaknya antusias dalam mengawal serta memberikan masukan serta gagasan agar putra putri daerah bukan menjadi penonton, namun menjadi pelaku dalam dalam pembangunan ini.
“Tak henti saya sampaikan, sebagai orang daerah, mari kita tingkatkan daya saing khususnya SDM agar tidak kalah bersaing dengan para pendatang dari daerah lain maupun tenaga asing,” bebernya.
Agus mengatakan, acara yang telah berlangsung diharapkan tidak hanya henti sampai di sini, melainkan terus berkelanjutan agar komunikasi dan silahturami antar satu dengan lain tidak terputus.
“Dalam demokrasi, berbeda warna dan pendapat itu wajar, namun, demi kesatuan NKRI kita perlu bersatu,” ujarnya.
Pusaka Kaltara berkomitmen untuk bersinergi dengan pamerintah maupun aparat penegak hukum dalam menjaga dan melancarkan suksesnya pilkada tahun 2024 mendatang. (*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Nicky Saputra







