Biden pada Peringatan 4 Juli: Kebebasan Terancam

Washington – Presiden Joe Biden, ketika memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, mengatakan kebebasan di Amerika sedang diserang.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengimbau rakyat untuk mengemban “patriotisme berprinsip” saat negara menghadapi tantangan ekonomi dan perpecahan nasional.

“Dari tingkat terdalam krisis terburuk kita, kita selalu bangkit ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Biden ketika menyampaikan pidato di Gedung Putih, Senin (4/7).

Baca Juga :  558 orang, Termasuk 260 WN Asing, Hilang Dalam Banjir di China-Nepal

“Kita sudah diuji sebelumnya, juga saat ini, tapi kita tak pernah gagal karena kita tidak pernah meninggalkan keyakinan terdalam dan janji yang mendefinisikan bangsa ini,” ujarnya.

Tanpa menyebutkan secara khusus, Biden tampaknya menyinggung topik soal langkah Mahkamah Agung baru-baru ini untuk membatalkan putusan Roe v Wade, yang sebelumnya melindungi hak-hak perempuan untuk melakukan aborsi.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Melanda Mekkah

Pada saat yang sama, presiden AS menyadari ada berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi rakyat Amerika.

“Ekonomi kita sedang tumbuh, tapi bukan tanpa kepedihan. Kebebasan sedang … diserang, baik di sini maupun di luar negeri,” katanya.

Biden mengimbau rakyat AS agar bersatu kendati ada perpecahan di negara itu.

“Pada hari ini di tengah badai dan perselisihan, semoga kita menjaga komitmen pada patriotisme berprinsip,” katanya.

Baca Juga :  Rubio: AS tidak Berencana untuk Lanjutkan Serangan Militer ke Iran

“Saya percaya bahwa kita lebih bersatu dibandingkan terpecah. Terlebih lagi, saya yakin ini adalah pilihan yang kita buat, dan saya yakin kita punya kekuatan untuk memilih kesatuan serta kesatuan tujuan,” ujar Biden.

Sumber: Reuters / Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *