Zelenskyy: Berunding Dengan Rusia Berat

Kiev  – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu mengungkapkan bahwa perundingan dengan Rusia, untuk mengakhiri perang, berat dan kadang-kadang diwarnai konfrontasi.

Namun, kata Zelenskyy, pembicaraan perdamaian itu sedikit demi sedikit menghasilkan kemajuan.

Kendati para perunding Rusia dan Ukraina terus melakukan pembicaraan secara berkala, kedua pihak mengatakan masih jauh untuk mencapai kesepakatan apa pun.

Baca Juga :  Trump: Militer AS Memulai Operasi Tempur di Iran

“Kami terus melancarkan upaya pada berbagai tingkat untuk mengajak Rusia bergerak menuju perdamaian … perwakilan Ukraina berpartisipasi dalam pembicaraan yang berlangsung secara virtual setiap hari,” kata Zelenskyy.

“Sangat sulit, kadang-kadang terjadi konfrontasi… Tapi selangkah demi selangkah bergerak maju,” ujarnya.

Saat menyampaikan pidato melalui video pada Rabu dini hari, ia juga menyebutkan bahwa 100.000 orang saat ini tinggal di kota Mariupol yang terkepung.

Baca Juga :  Israel Lancarkan Serangan Preemptif Terhadap Iran

Orang-orang tersebut, kata Zelenskyy, hidup dalam kondisi kemanusiaan yang tak layak, tanpa makanan, air, ataupun obat-obatan.

“Saat ini, ada sekitar 100.000 orang di kota itu, hidup dengan kondisi yang tidak manusiawi, betul-betul terkepung, tanpa makanan, tanpa air, tanpa obat-obatan, rawan terkena gempuran artileri, rawan terkena bombardemen,” kata Zelenskyy.

Ia juga menuding pasukan Rusia yang melancarkan serangan ke Mariupol mengadang upaya evakuasi warga sipil dari kota tersebut.

Baca Juga :  TV Pemerintah Iran Konfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei

Sumber: Reuters / Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *