Spanyol tetap Menolak Keras Terlibat Menyerang Iran

Jenewa – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Rabu (4/3), dengan tegas menolak keras “tunduk” terhadap eskalasi militer di Timur Tengah dan tetap menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.

Dalam video yang dibagikan di X, platform media sosial milik AS, Sanchez menyatakan dengan tegas posisi Spanyol “tidak untuk berperang”.

Dia mengatakan bahwa Spanyol tidak akan “terlibat” dalam tindakan yang “buruk bagi dunia” hanya karena “takut akan pembalasan”.

Sambil mengecam rezim Iran atas penindasan terhadap warganya, ia menekankan bahwa satu tindakan ilegal tidak dapat dibalas dengan tindakan ilegal lainnya, merujuk pada serangan “sepihak” yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel.

Baca Juga :  IRGC Umumkan Operasi Militer Terbesar usai Syahidnya Khamenei

Sanchez juga menegaskan bahwa militer Spanyol bekerja “siang dan malam” untuk mengoordinasikan “mekanisme evakuasi” bagi warga di wilayah tersebut.

“Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami dan karena pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol,” kata Sanchez menyimpulkan.

Ketegangan antara AS dan Spanyol meningkat karena Madrid tidak hanya mengutuk serangan terhadap Iran, tetapi juga menolak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer di Spanyol untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Baca Juga :  Dilarang Pakai Pangkalan, Trump akan Putus Hubungan Dagang AS-Spanyol

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares secara tegas membantah bahwa Spanyol telah menyetujui kerja sama militer dengan AS menyusul ketegangan terkait akses pangkalan di tengah serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Berbicara kepada radio Cadena SER, Albares membantah klaim yang dibuat oleh Gedung Putih.

“Posisi Pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran, mengenai penggunaan pangkalan, tidak berubah sedikit pun,” kata Albares.

Penolakan tersebut disampaikan setelah Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Spanyol telah setuju untuk bekerja sama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan “memutus semua perdagangan” dengan sekutu Eropa tersebut.

Baca Juga :  Iran Umumkan Masa Berkabung 40 hari atas Syahidnya Khamenei

Ultimatum tersebut disampaikan Trump setelah Madrid melarang AS menggunakan pangkalan di wilayah Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

“Sehubungan dengan Spanyol, saya pikir mereka mendengar pesan Presiden (Trump) kemarin dengan jelas dan menurut pemahaman saya, mereka telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS, dan saya tahu bahwa militer AS berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka di Spanyol,” kata Leavitt.

Sumber: Anadolu / Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *