Bandara Juwata Tarakan Kembali Internasional, Rute Malaysia Mulai Dijajaki

benuanta.co.id, TARAKAN – Bandara Juwata Tarakan resmi kembali menyandang status sebagai bandara internasional setelah sempat vakum cukup lama sejak pandemi Covid-19. Pengembalian status ini menjadi harapan baru bagi peningkatan konektivitas udara Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya untuk penerbangan lintas negara.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato mengatakan, status internasional tersebut disertai dengan kesiapan teknis layanan internasional, termasuk alokasi tekanan standar internasional sebesar 44 PSI. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari proses penjajakan panjang yang dilakukan bersama pemerintah daerah sejak masa pandemi.

“Alhamdulillah berkat doa seluruh masyarakat Kota Tarakan, internasionalnya diberikan kembali setelah sekian lama sejak pandemi Covid-19,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, sejak masa pandemi pihak bandara bersama pemerintah daerah telah aktif melakukan komunikasi dan penjajakan agar Bandara Juwata kembali melayani penerbangan internasional. Harapannya, pada tahun depan akan ada perkembangan yang lebih baik dengan dukungan, doa, dan kolaborasi semua pihak.

Baca Juga :  Wagub Kaltara Sambut Kunjungan Menteri PPPA, Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Namun demikian, dirinya menekankan, keberlanjutan slot penerbangan internasional sangat bergantung pada pertumbuhan trafik penumpang. Pengalaman sebelumnya menjadi pembelajaran penting, terutama ketika rute penerbangan domestik tertentu sempat dibuka namun tidak berkembang setelah masa liburan berakhir.

“Kita pernah buka rute seperti Jogja–Semarang, jaraknya dekat, tapi setelah liburan selesai slot itu tidak bertumbuh. Padahal kami bersama seluruh komponen sudah berusaha seoptimal mungkin menambah slot penerbangan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), minat masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Tarakan bisa tumbuh secara konsisten agar slot yang dibuka tidak berhenti di tengah jalan.

Terkait penjajakan maskapai, pihak Bandara Juwata telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, mulai dari maskapai penumpang hingga logistik. Beberapa di antaranya adalah AirAsia, Air Borneo, pihak logistik, Client Group, serta komunikasi langsung dengan Malaysia.

Baca Juga :  UMP–UMK 2026 Berlaku 1 Januari, Perusahaan Melanggar Terancam Pidana

“Dengan AirAsia sudah, dengan logistik juga sudah, dengan Malaysia juga sudah, Air Borneo juga sudah, termasuk Client Group. Semua kita lakukan penjajakan,” katanya.

Dari hasil komunikasi tersebut, beberapa destinasi internasional yang tengah dijajaki antara lain Kuala Lumpur (KUL), Tawau, dan Kota Kinabalu. Ia berharap minimal satu rute internasional dapat direalisasikan lebih dulu dalam bentuk penerbangan reguler.

“Mudah-mudahan minimal ada satu dulu, tapi bisa regular flight, mungkin seminggu dua atau tiga kali. Nanti kita lihat bagaimana okupansi masyarakat terhadap slot itu,” ungkapnya.

Dari sisi kesiapan bandara, ia memastikan seluruh fasilitas pada prinsipnya telah siap karena Bandara Juwata sebelumnya pernah berstatus internasional. Saat ini, pihaknya hanya melakukan penguatan kesiapan dan koordinasi dengan seluruh stakeholder.

Baca Juga :  SMK Go Global Jadi Jalan Anak Kaltara Masuk Bursa Kerja Jepang hingga Eropa

“Kesiapan bandara alhamdulillah, karena awalnya kita pernah internasional. Kita hanya penebalan kesiapan saja dan mitra stakeholder sangat men-support,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat jika penerbangan internasional sudah dibuka. Menurutnya, akan sangat disayangkan jika status internasional hanya sebatas nama tanpa operasional yang berkelanjutan.

“Jangan cuma membahas internasionalnya saja, tapi saat sudah ada internasionalnya malah tidak dimanfaatkan. Sayang. Buat apa internasional kalau hanya sekadar nama,” tegasnya.

Dirinya berharap kehadiran penerbangan internasional nantinya benar-benar bisa tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tarakan dan Kalimantan Utara, baik dari sisi ekonomi, konektivitas, maupun pelayanan publik.

“Harapannya operasionalnya bisa berjalan, bertumbuh, dan memberikan manfaat serta kebaikan untuk masyarakat Tarakan dan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *