Kulit Durian Numpuk di Tempat Sampah Disorot Pak Lurah

benuanta.co.id, TARAKAN – Kulit buah durian terpantau memenuhi salah satu lokasi tempat pembuangan sampaj di Kelurahan Selumit. Hal ini pun sontak menjadi perhatian tersendiri bagi warga dan pihak kelurahan.

Lurah Selumit Pantai, Andi Arfan menyayangkan kebiasaan pedagang buah musiman yang membuang limbah dagangan mereka ke depo tersebut, padahal depo hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Depo harusnya untuk sampah rumah tangga warga, tapi karena kulit durian menumpuk, jadinya penuh,” ungkapnya pada Senin (3/3/2025).

Saat melakukan kerja bakti bersama warga Andi menemukan sampah kulit durian yang menumpuk tidak hanya mengganggu pembuangan sampah rumah tangga, tetapi juga menyebabkan lingkungan sekitar menjadi kotor dan berbau menyengat.

“Sampah ini berasal dari pedagang durian yang berjualan di depan depo. Seharusnya mereka langsung membuangnya ke TPA, bukan ditinggalkan begitu saja di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  Tembus Ratusan Pengunjung Selama Idulfitri, Lapas Tarakan Perketat Pengawasan

Andi mengemukakan, perilaku pedagang ini sudah dikeluhkan warga sekitar, terutama karena mereka membuang sampah pada malam hari setelah selesai berjualan.

“Mereka membuangnya diam-diam, jadi sulit untuk diketahui. Kalau ini terus dibiarkan, tumpukan sampah bisa semakin besar, dan warga yang tinggal di sekitar depo pasti terganggu,” jelasnya.

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Andi menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Jika pedagang durian masih membuang sampah di depo, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan mereka.

“Kami sudah membersihkan sampah kulit durian ini lebih dari satu truk, tapi kalau terus terjadi seperti ini, kami harus bertindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga :  Laka Maut di Jalan Kusuma Bangsa, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Selain meminta pedagang untuk langsung membuang limbah dagangan mereka ke TPA, Andi juga mengimbau agar mereka lebih tertib dalam berjualan dan tidak mengganggu pengguna jalan.

“Kami ingin pedagang musiman tetap bisa berjualan, tapi juga harus peduli dengan lingkungan. Kalau mereka membuang sampah sembarangan, dampaknya dirasakan oleh masyarakat,” tukasnya.

Beberapa warga setempat juga mengaku geram dengan kondisi tersebut. Erna, seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari depo, mengungkapkan, bau menyengat dari tumpukan kulit durian sering kali mengganggu kenyamanan mereka.

“Setiap pagi, bau busuk menyebar sampai ke rumah. Apalagi kalau hujan, sampahnya jadi makin berantakan,” katanya.

Sementara itu, Liana, seorang ibu rumah tangga yang sering membuang sampah di depo, mengeluhkan, depo kini penuh dan sulit digunakan untuk warga.

Baca Juga :  BPOM Tarakan akan Razia Pangan Pasca Idulfitri

“Kadang sampah rumah tangga jadi tidak tertampung karena tumpukan kulit durian sudah menggunung. Akhirnya sampah berhamburan ke jalan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang lain, seorang pedagang durian di sekitaran depo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, mereka tidak memiliki pilihan lain selain membuang kulit durian di depo sampah. Menurutnya, akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) cukup sulit, terutama bagi pedagang kecil yang tidak memiliki kendaraan khusus untuk mengangkut limbah dagangan mereka.

“Kami juga tidak mau buang sampah sembarangan, tapi bagaimana lagi? Ke TPA itu jauh, dan kami tidak punya kendaraan untuk angkut kulit durian ke sana,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *