Pasar Tradisional Diserbu Warga Jelang Iduladha, Omzet Pedagang Meroket

benuanta.co.id TARAKAN – Jelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1445 H masyarakat muslim di Tarakan berbondong-bondong belanja kebutuhan dapur di pasar tradisional.

Seperti pantauan benuanta.co.id di Pasar Gusher dan Beringin, Ahad (16/6). Harga bumbu dapur pun naik, turut diikuti omzet pedagang.

Pasar Beringin masyarakat ramai berbelanja. Kenaikan harga bahan pokok di pasar disinyalir karena daerah penghasil menaikkan harga. Seperti cabai Rp 85 ribu per kg menjadi Rp 120 ribu. Tarakan mengimpor cabai dari Sulawesi.

Baca Juga :  BBM Kembali Langka di Nunukan, Pertamina Patra Niaga Janji segera Pulihkan Penyaluran

Seorang pedagang Pasar Beringin, Aco Bayu mengakui penjualannya meningkat ramai mulai pagi hingga sore ini.

“Syukur walaupun harga sedang naik lombok seharga Rp 120 ribu sekilo, Jahe seharga Rp 70 ribu sekilo, dan kunyit seharga Rp 60 ribu sekilo, namun itu tidak menurun omzet penjualan ketika menjelang hari raya,” ujarnya.

Baca Juga :  Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Kondisi di Pasar Gusher lebih ramai, harga daging ayam mengalami penurunan harga sekitar Rp 2 ribu. Ayam potong kotor seharga Rp 38 ribu per kg yang sebelumnya Rp 40 ribu, sedangkan ayam potong bersih seharga Rp 43 ribu sebelumnya senilai Rp 45 ribu.

Pedagang Boleng menjelaskan, kini dagangannya sedang ramai pembeli sehingga padatnya pembeli tampak terlihat dari jalur keluar masuk pasar.

Baca Juga :  Wujud Nyata Kepedulian, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Serahkan Kartu Peserta bagi Marbot Masjid Kota Tarakan

“Kini ramai sekali para konsumen mendatangi pasar untuk membeli bumbu pasar serta daging ayam menjelang Iduladha, omzet penjualan kami sangat tinggi pencapaian sekita 85 atau 90 persen dari hari biasanya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Rewinda Karinata

Editor: Ramli 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *