Maksimalkan Pelayanan, 21 Puskesmas Diupayakan Naik Kelas Jadi BLUD

benuanta.co.id, BERAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau tahun ini berupaya memaksimalkan kualitas pelayanan pada semua Puskesmas yang ada di Bumi Batiwakkal. Salah satu upaya untuk mencapai maksud itu yakni mengubah Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan mengelolanya menggunakan sistem BLUD.

“Kita akan fasilitasi agar ke-21 Puskesmas kita itu, kita targetkan pengelolaannya menjadi BLUD,” ungkap Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, Sabtu (25/5/2024).

Menurutnya, sistem BLUD yang dipakai akan lebih fleksibel, terutama dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, Puskesmas akan lebih leluasa menambah jumlah tenaga kesehatan (Nakes).

“Kalau BLUD dia lebih punya fleksibilitas untuk mengelolah anggaran. Sehingga dia lebih bisa merekrut tenaga yang kosong. Karena UU ASN kan tidak mengizinkan lagi kita merekrut tenaga honor,” bebernya.

Baca Juga :  Kajari Berau Pantau Dua OPD Terkait PAD

Selain mengelola Puskesmas menggunakan sistem BLUD, lanjut Lamlay, Dinkes akan tetap mengikuti target kebijakan yang telah dirumuskan dan ditetapkan Kemenkes.

“Namun, kita juga tetap menargetkan beberapa hal sesuai local spesifik. Misalnya rehab Pustu, rehab puskesmas induk, pengadaan ambulans, dan perbaikan sistem pelayanan kita,” imbuhnya.

Diakuinya, perbaikan kualitas pelayanan menjadi prioritas Dinkes Berau ke depan mengingat kualitas pelayanan harus baik setiap saat.

Hal itu tentu berbeda dengan fasilitas yang dapat didatangkan saat anggaran tersedia.

“Jadi mindsetnya harus pelayanan. Kalau menurut saya yang paling urgen itu. Kalau fasilitas itu mudah kan, tinggal pengadaan saja. Tapi SDM harus siap,” bebernya.

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi UPT Pasar SAD Terancam Dimiskinkan

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kampung Bugis Bachri ingin agar puskesmas Kampung Bugis diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Ini dinilai perlu dilakukan agar kami bisa lebih berinovasi berdasarkan permasalahan yang dihadapi apabila PKM sudah BLUD, seperti RSUD. Ketika kami butuh tenaga kesehatan, kami bisa rekrut sendiri,” tuturnya.

Selama ini pelayanan yang dilakukan pihaknya masih berdasarkan standar pelayanan masyarakat (SPM) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.

Menurutnya, berdasarkan hasil monitor pihaknya pada hari pertama pelayanan setelah pindah ke gedung baru terpantau lancar.

“Saya monitor baik saja pelayanan hari pertama di gedung baru,” ucapnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada PKM Tanjung Redeb, selama masa peralihan ke lokasi baru mereka bersedia untuk menerima pasien di wilayah kerja PKM Kampung Bugis.

Baca Juga :  Harap Lestarikan Peninggalan Sejarah Naskah Kuno ke Bentuk Digital

“Selama tutup sementara, secara pribadi saya juga membuka pengaduan via pesan WhatsApp. Kita usahakan juga bisa konsultasi secara online. Jadi tinggal mengambil obat ke PKM,” ucapnya.

Kendati begitu, masyarakat diminta untuk sadar dengan kesehatan dan tidak perlu menunggu sakit baru memeriksakan diri ke PKM.

“Hal itu juga untuk membantu kami dalam memantau seluruh masyarakat di wilayah kerjanya, yakni di Kelurahan Kampung Bugis, Gayam dan Karangambun,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2012 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *