Gubernur Kaltara Ajak ASN dan Masyarakat Berzakat 

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk membayar Zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pada Kegiatan Kaltara Berzakat Gubernur Kaltara, Dr (HC ) Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan seluruh dana zakat yang terkumpul di Baznas akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kaltara.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1999 votes

Ia juga menegaskan zakat yang terkumpul tidak boleh mengendap dan harus langsung disalurkan oleh Baznas kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan di Kaltara Berzakat terkumpul dana yang cukup banyak untuk kita distribusikan kemasyarakat kita yang membutuhkan,” ujar Gubernur Dr (HC) Zainal Arifin Paliwang, Senin (25/3/2024).

Menurutnya, mendekati hari raya banyak kebutuhan yang dipersiapkan masyarakat untuk menyambut Lebaran. Ia berharap dengan dana yang terkumpul di Baznas Provinsi Kaltara bisa memberikan kontribusi serta keringanan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga bisa merayakan dan menikmati Hari Raya Idhul Fitri.

“Seluruh masyarakat bisa membayar zakat di Kaltara berzakat, tapi yang menjadi prioritas adalah ASN se- Kaltara. Kita sudah liat juga dari BPD Kaltimtara sudah terkumpul zakat Rp 500 juta lebih untuk disalurkan ke Baznas lalu dari Baznas disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,”

Ia juga menerangkan dirinya tidak perlu mengimbau kepada masyarakat untuk membayar zakat karena menurutnya hal tersebut merupakan kewajiban umat Islam.

“Tidak harus kita imbau dan itukan wajib hukumnya sebagai umat Islam mengeluarkan zakat,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Wakil 1 Bagian Penghimpunan Baznas Kaltara, Imam Hanafi membenarkan adanya zakat yang pihaknya terima dari BPD Kaltimtara dan juga Gubernur Kaltara.

“Yang jelas dari bank BPD tadi pak gubernur membayar zakat Mal dan fitrah,” terangnya.

Selain itu, dikatakan Imam zakat profesi untuk Baznas Provinsi sejauh ini berjalan dengan baik dan Zakat ASN. Baik instansi Provinsi maupun vertikal dipotong sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per bulan.

“Jadi penghimpunan itu dari ASN dalam satu tahun kurang lebih Rp 1 M. Target tahun ini kita Rp 3 M. Tahun kemarin turun tahun kemarin Rp 1.7 M tahun sebelumnya Rp 2 M. Karena memang waktu itu kan kendala covid. Target tahun Insyaallah Allah bisa tercapai,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *