IDL Belum 100 Persen Jadi Penyebab Kasus Difteri di Berau

benuanta.co.id, BERAU – Setelah target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) belum mencapi 100 persen, kasus difteri mulai bermunculan di Kabupaten Berau. Hal itupun menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono menjelaskan dari 13 kecamatan yang ada, 4 di antaranya belum mencapai 100 persen.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

“Kemudian jika IDL lengkap itu anak sudah dapat vaksin difteri atau DPT sebanyak 3 kali,” sebutnya epada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Dishub Berau Catat Ada 5.900 Wisatawan Masuk Dermaga Sidayang

Kata dia capaian vaksin atau IDL untuk anak-anak di Berau sudah mencapai 88,8 persen. Sementara Kabupaten Berau masih kekurangan 12 persen untuk mencapai target IDL.

Lebih lanjut, kata dia tahapan Outbreak Response Immunization (ORI) ada tiga kali anak-anak mendapat pelayanan kesehatan imunisasi agar tidak mudah jatuh sakit.

“Kalau untuk tahapan Outbreak Response Immunization ini adalah usia 0,1 tahun dan 6 tahun. Jadi misalnya baru lahir dapat ORI kemudian 6 bulan ke depan dan 1 tahun ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Setiap Tahun Alur Pelayaran di Berau Mengalami Pendangkalan hingga 30 Cm

Sehingga pihaknya mengimbau kepada pengurus pelayan pasien setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Berau agar meningkatkan capaian IDL untuk anak-anak.

“Jadi teman-teman puskesmas kini tengah mengupayakan pencegahan pengendalian penindakan terhadap difteri dengan imunisasi,” tuturnya.

Sambung dia, ia meminta tenaga kesehatan Puskesmas setiap kecamatan dan kampung melalui Posyandu bisa maksimal pelayanan imunisasi dasar.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Volume Sampah Meningkat 10 Persen

“Dengan melaksanakan pelayanan imunisasi dasar rutin di puskesmas dan posyandu maka anak-anak di Berau bisa tumbuh kembang sehat serta bebas difteri,” imbuhnya.

Bahkan dirinya hari ini sudah lakukan zoom meeting bersama 21 pimpinan puskesmas yang berada di 13 kecamatan

“Kita tadi zoom meeting dengan pejabat di 21 puskesmas. Kami menitipberatkan untuk melaksanakan vaksinasi terhadap bayi balita di wilayah puskesmas dan posyandu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *