Penyelundupan Sabu 50 Kg Dibongkar Polisi di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, Polda Kaltara berhasil mengungkap penyelundupan 50 Kilogram (Kg) narkotika jenis sabu di Kabupaten Nunukan.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengatakan, kasus ini berhasil diungkap bermula pada Selasa (18/3) adanya informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penyelundupan narkoba dalam ukuran besar yang berada di dalam dua buah gerobak di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1895 votes

“Saat itu, pemilik barang ini diketahui masih berada di Tawau, Malaysia. Jadi barangnya ini dikirim duluan ke Nunukan melalui jalur tidak resmi, sementara pelakunya menyusul keesokan harinya,” kata Daniel kepada benuanta.co.id, Jumat (22/3/2024).

Keesokan harinya diketahui bahwa pemilik barang tersebut sudah tiba dan tinggal sementara di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Simpang Kadir, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Baca Juga :  Kapolda Kaltara Cek Pos Pam Ops Ketupat Kayan, Pastikan Kesiapan Arus Mudik dan Balik

Diketahui pemilik barang tersebut yakni Nurjannah (50), seorang IRT yang bekerja di Malaysia asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Daniel mengungkapkan, bersama dengan tim gabungan Satreskoba Polres Nunukan, Polsek KSKP Polres Nunukan, Direktorat Narkoba Polda Kaltara, Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC, dan Bea Cukai Nunukan kemudian melakukan koordinasi untuk melakukan pemeriksaan barang dengan menggunakan mesin X-ray yang ada di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Dibeberkannya, daru sekian banyak barang yang diperiksa secara manual dan menggunakan X-ray, terdeteksi ada 2 potong barang yang diduga berisi sabu.

“Jadi sabunya ini disimpan didalam dua drum plastik warna biru, yang mana masing-masing drum berisikan 25 bungkus yang perbungkusnya berisi sabu seberat 1 Kilogram, sehingga total barang bukti yang kita amankan yakni 50 Kilogram,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Nurjannah mengakui bahwa 2 drum berisi sabu 50 Kg tersebut merupakan miliknya yang dibawa dari Tawau Malaysia.

Baca Juga :  Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Terbaik bagi Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cikampek

Kepada polisi, pelaku mengatakan jika sabu tersebut dibawa atas suruhan AM yang tak lain merupakan anak menantunya sendiri.

“Pengakuannya, untuk ongkos jalannya dia di kash RM 5.000, sementara untuk upahnya ia akan diberikan RM 30.000 setibanya sabu ini di Pinrang, Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk diketahui pelaku Nurjannah mengatakan jika ia sudah merantau dan bekerja di Malaysia sejak tahun 1995. Ia memiliki 7 orang anak, dan anak ketiganya diketahui telah menikah dengan AM. Menantunya tersebut berperan sebagai bandar atau pemilik sabu yang diketahui tinggal di Batu dua, Tawau Malaysia.

“Pengakuannya dia terdesak kebutuhan ekonomi, jadi dia mau pulang ke kampung. Kemudian ditawari oleh anak dan menantunya untuk membawa sabu tersebut ke Sulawesi Selatan dengan dijanjikan sejumlah upah,” terangnya.

Daniel mengatakan, pelaku mengaku jika ia berencana pulang ke Sulawesi Selatan bersama dengan dua orang anaknya yang masih berusia 18 dan 10 tahun. Namun, ia mengaku jika kedua anaknya tersebut tidak mengetahui jika barang bawaan mereka berisi sabu-sabu.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kapolri Lepas Mudik Gratis Polri Presisi Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas keberangkatan mudik gratis Polri Presisi tahun 2024 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2024). Sebanyak 20 ribu pemudik tujuan empat provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur diberangkatkan dari Monas pada hari ini. Sigit menuturkan, program mudik gratis Polri Presisi merupakan tindaklanjut apa yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar pelaksanaan mudik pada tahun ini berjalan aman dan lancar. "Hari ini kami dari kepolisian dan dari kementerian atau lembaga yang lain pun melaksanakan hal yang sama, yaitu mudik gratis," kata Sigit. Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada tahun ini program mudik gratis Polri Presisi digelar di 17 provinsi secara bersamaan dengan jumlah penumpang mudik 58 ribu dan menggunakan kendaraan 1.117. Lebih lanjut, Sigit menuturkan, dirinya juga bersama Menteri Perhubungan (Menhub) dan Panglima TNI melakukan pengecekan terhadap keselamatan dan keamanan baik pengemudi maupun penumpangnya. "Jadi sebelum berangkat dilakukan pengecekan bebas narkoba, alkohol dan pemeriksaan kesehatan. Semua untuk memastikan pada saat membawa kendaraan semuanya dalam keadaan sehat. Tentunya rata-rata tadi kita menyapa pemudik semuanya berbahagia senang dan berharap mudik kali ini juga lancar dan cepat sampai tujuan masing-masing," ujar Sigit. Dalam hal ini, masyarakat yang ikut dalam program mudik gratis Polri Presisi tahun 2024 telah mendaftar baik secara online maupun mendatangi langsung kantor Samsat. Sigit mengaku mendapatkan laporan bahwa, pendaftaran online mudik gratis ini langsung ludes ketika mulai dibuka. Hal itu lantaran tingginya animo masyarakat untuk ikut dalam program tersebut. Karena itu, Sigit menyatakan bakal melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk membahas penambahan kuota mudik gratis bagi masyarakat. "Mudah-mudahan kita akan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Mudah-mudahan masih ada slot. Karena kita lihat langsung penuh. Mudah-mudahan bisa ada penambahan, jadi kita harapkan semua bisa terlayani dengan baik, untuk mengurangi beban masyarakat, terutama yang ingin menggunakan kendaraan pribadi," tutup Sigit.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini tak terlepas dari sinergitas yang terjalin selama ini antar pihak Kepolisian, TNI serta Bea Cukai Nunukan dalam mengungkapkan penyelundupan narkoba di perbatasan.

“Tentunya kita berharap sinergitas ini akan terus terjalin, untuk sama-sama memberantas peredaran narkoba di Kaltara,” pungkasnya.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Nurjannah disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup,atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20  tahun. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Postingan Lainnya

Berita Benuanta Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *