Antrean Pengisian Ulang di SPBE Samburakat Sebabkan Gas LPG 3 Kg Alami Keterlambatan

benuanta.co.id, BERAU – Menindaklanjuti keluhan masyarakat akibat sulitnya memperoleh tabung gas LPG 3 Kg, Wakil Bupati Berau Gamalis melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa Agen LPG 3 Kg.

Pantauan benuanta.co.id, sidak LPG 3 Kg berlangsung ke agen PT Samba Jaya Abadi dan PT Anugerah Rahmat Abadi baik bersubsidi serta non subsidi.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1996 votes

“Karena banyak keluhan dari masyarakat. Kami harus menanggapi itu semua dan kita cek ke seluruh pangkalan,” kata Gamalis, Selasa (19/3/2024).

Lebih lanjut, kata dia, stok LPG 3 Kg saat ini sedang proses pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Samburakat sebelum pengiriman ke agen dan pangkalan

Baca Juga :  Terduga Pemilik Kayu Ilegal Dikantongi Satreskrim Polres Berau

“Saat ini sedang terjadi penumpukan di distributor atau SPBE dan kita akan ke sana melihat penumpukan itu seperti apa banyaknya sehingga terjadi kekosongan,” bebernya.

Informasi yang telah dihimpunnya bahwa SPBE Samburakat kini juga mengirim LPG 3 Kg ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). “Katanya tim SPBE juga harus mengirim LPG ke Kaltara dan sekitarnya,” tuturnya.

Namun yang menjadi atensinya bahwa kebutuhan LPG 3 Kg di Kabupaten Berau saat ini sangat mendesak untuk masyarakat pakai selama Ramadan.

“Dan terjadi peningkatan penggunaan LPG 3 Kg. Apa lagi nanti menjelang lebaran menjadi hal yang krusial,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Disperindagkop Berau Hotlan Silalahi menambahkan, sebenarnya distribusi LPG 3 Kg subsidi ini By Name By Address.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Meningkat Peminat Turun Drastis

“Distribusi subsidi LPG saat ini dilakukan secara by name by address. Kita juga sudah sampaikan pula ke seluruh camat, kelurahan, agen dan pangkalan supaya diketahui masyarakat agar beli langsung ke pangkalan,” ungkapnya.

“Jangan melalui pengencer. Karena nanti kalau mereka beli di pengencer secara tidak langsung bakal membangun komunitas baru yang melanggar undang-undang,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Selain itu dirinya berharap masyarakat tidak beli pada pengencer supaya minim kelangkaan lpg 3kg dan penjualan gas melon yang melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Fenomena ini kita tadi tanya ke beberapa agen dan pangkalan ternyata faktor cuaca sehingga pengiriman dari SPBE lambat dan terjadi antrean yang panjang untuk pengisian ulang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jawab Keluhan Bupati, Manajemen RSUD Abdul Rivai Bentuk Layanan Sapa Aku

Sehingga pihaknya yakin LPG 3 Kg sebenarnya tidak langka di Berau, hanya keterlambatan pengisian di SPBE dan pengiriman ke pangkalan.

“Gas ini sebenarnya ada cuman keterlambatan pengiriman saja. Saya harapkan masyarakat jangan resah. Bahwa LPG ada hanya terlambat saja dan kita bakal lakukan pengawasan ketat,” imbuhnya.

Secara khusus pengawasan ketat LPG 3 kg ini sesuai undang-undang Minyak Gas (Migas) pasal 55 bahwa tidak boleh memperjualbelikan kembali Gas melon yang bersubsidi.

“Karena sanksinya berat. Jadi pengencer itu tidak boleh,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *