Said Aqil Siradj: Politik Identitas Haram dalam Al-Quran

Jakarta – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan bahwa praktik politik identitas dengan menggunakan agama merupakan hal yang haram dalam Al-Quran.

“Sangat berbahaya agama menjadi alat politik. Sama sekali tidak benar dan itu haram hukumnya dalam Al-Quran,” kata Said saat menjadi pembicara dalam acara talk show Semangat Pluralisme untuk Merawat Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga :  Ambil Formulir, Relawan Hendrik Datangi Markas PDIP

Menurut dia, politik identitas hanya akan memecah belah bangsa dan menimbulkan konflik besar di tengah masyarakat.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1999 votes

Praktik politik identitas juga akan membahayakan pihak minoritas karena akan dengan mudah menjadi target tindakan intimidasi dari pihak mayoritas.

Baca Juga :  KPU Yakin Hasil Pemilu 2024 tidak Akan Berubah

Said Aqil mencontohkan fenomena 212 yang dianggapnya lahir karena adanya praktik politik identitas.

Untuk itu, dia secara tegas menolak kegiatan 212 karena tidak sesuai dengan prinsip agama Islam.

“Saya satu-satunya yang terang-terangan menolak 212. Mereka mengatakan kebangkitan Islam? Itu bukan (kebangkitan Islam) karena tidurnya di masjid, shalatnya di Monas. Kalau kebangkitan Islam ya tidur di jalan, shalat di masjid,” katanya.

Baca Juga :  Fokus Rekrut Petugas Ad Hoc, Ini Jadwal Pendaftaran Calon Bupati Nunukan

Usai mengisi acara talk show tersebut, Said Aqil kembali menjelaskan bahaya politik identitas kepada wartawan.

Saat ditanya mengenai adanya praktik politik identitas pada Pemilihan Umum 2024, dia mengaku hal itu masih ada. “Masih ada, masih ada (politik identitas), mudah mudahan lama-lama hilang,” kata Said.

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *