Warga Diharap Tak Bakar Hutan dan Lahan

benuanta.co.id, NUNUKAN –  Akhir – akhir ini di Kabupaten Nunukan beberapa kali terjadi kejadian kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menanggapi persoalan tersebut Polsek Nunukan menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan, mengingat cuaca saat ini musim kemarau.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Nunukan, AKP. Muhammad Karyadi mengatakan kebakaran lahan ini sudah kerap terjadi di awal tahun ini, sehingga perlu menjadi perhatian masyarakat agar berhati-hati.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1900 votes

“Jika membakar sampah atau lahan yang baru saja dibuka api harus ditunggu jangan sampai api menjalar ke mana-mana,” kata Karyadi kepada benuanta.co.id pada Jumat, 15 Maret 2024.

Baca Juga :  925 WBP Lapas Nunukan Diajukan Terima Remisi Hari Raya Idulfitri

Dai juga mengajak untuk menjaga lingkungan dengan cara tidak membakar lahan di musim kemarau ini. Kondisi saat ini rawan terjadinya kebakaran hutan, apalagi adanya angin kencang bisa memicu terjadinya kebakaran, oleh sebab itu himbau warga agar tidak sembarangan melakukan pembakaran lahan. Kata Karyadi, jika hendak meninggalkan rumah, terlebih dahulu mengecek kondisi kelistrikan dan kompor dirumah masing-masing agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Baca Juga :  Waspada! Ada 92 Kasus Positif DBD di Nunukan

“Sebelum meninggalkan rumah, sebaiknya cek dulu kondisi rumah, apakah sudah aman, cek kompor apakah sudah dimatikan, lihat juga kondisi listrik, seperti cokan kabel, apakah sudah di cabut, ini untuk mengurangi resiko kebakaran saat rumah kita tinggalkan,” jelasnya.

Selain itu dia juga berharap kejadian kebakaran lahan tidak ada lagi terdia di Wilayah Nunukan. Kebakaran lahan itu bisa saja terjadi karena di sengaja, atau puntungan rokok yang di buang dan juga terjadi karena alam. (*)

Baca Juga :  Arus Mudik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Meningkat

Reporter: Darmawan

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *