Ibu Hamil Konsumsi Karbohidrat Kompleks Agar Kenyang Lebih Lama

Jakarta – Dokter spesialis kebidanan dan kandungan lulusan Universitas Indonesia dr. Muhammad Fadli Sp.OG mengatakan, ibu hamil yang menjalankan puasa harus memperbanyak asupan karbohidrat kompleks untuk menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

“Diperbanyak makan karbohidrat kompleks, jangan makan telur, tepung seperti mie, sebaiknya makan karbohidrat kompleks seperti ubi dan beras merah,” kata Fadli melalui pesan singkat yang diterima ANTARA, Jumat.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1893 votes

Fadli juga mengatakan saat hamil pada trimester dua dan tiga, ibu harus mempunya ekstra 500 kilo kalori dalam seharinya yang bisa didapat dari mengonsumsi karbohidrat, protein, sayur dan buah.

Baca Juga :  Ramuan Herbal yang Cocok Dibawa saat Mudik Lebaran

Selain itu, penting juga memenuhi cairan sebanyak 2,5 liter air, termasuk juga wajib memenuhi cairan dengan konsumsi susu agar mencegah bayi dalam kandungan tumbuh kecil.

“Jangan lupa minum susu, karena ada penelitian susu mencegah bayinya kecil, jadi bumil sebaiknya saat sahur dan buka minum susu untuk mencegah bayinya ada gangguan pertumbuhan,” jelas Fadli.

Sebelum memutuskan berpuasa, Fadli menyarankan ibu untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan ukuran bayi dalam kandungan sesuai dengan usia kehamilannya. Selain itu pastikan air ketubannya cukup dan memastikan kesejahteraan bayi dengan melihat aliran darah dari tali pusat ke plasenta lancar.

Baca Juga :  Spesialis Gizi: Makanan Bersantan Sebaiknya tidak Dipanaskan Berulang

Untuk ibu hamil pada trimester 1 jika masih mengalami mual muntah dan mudah lelah disarankan hindari dulu berpuasa. Namun jika sudah memasuki usia kehamilan di trimester dua dan tiga boleh berpuasa full asal sudah tidak ada rasa mual.

“Setelah 2 minggu berpuasa sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk melihat gimana pertumbuhan si kecil, kita berharap si kecil ada kenaikan berat badan dan persentase pertumbuhannya tetap aman,” kata dokter yang praktik di RS Pondok Indah Jakarta ini.

Baca Juga :  Pengobatan untuk Peradangan Gusi yang bisa Dilakukan di Rumah

Adapun tanda-tanda ibu hamil harus menghentikan puasanya, kata Fadli adalah jika ada tanda-tanda seperti dehidrasi, kepala pusing, detak jantung berdebar, urin beraroma menyengat dan berwarna kuning serta gerakan janin menjadi sedikit atau berkurang, itu tanda ibu sudah masuk fase dehidrasi yang berbahaya bagi janin.

Terkait konsumsi suplemen, Fadli mengatakan tidak harus menambah suplemen tambahan selain vitamin seperti asam folat, kalsium dan vitamin penambah darah yang biasa sudah diberikan oleh dokter kandungan.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *