LPG Kg 3 Langka, Pembeli Harus Menggunakan KTP-el

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Liquid Petroleum Gas (LPG) kg 3 memasuki awal ramadan mengalami kelangkaan. Sehingga banyak masyakarat terutama kalangan ibu rumah tangga mengeluhkan langkanya LPG 3 kg.

Darma (31) salah satu warga mengatakan, sudah dua hari ini dirinya mencari LPG 3 kg namun tidak ada terjual, baik di agen maupun kios-kios kecil yang biasanya menjual LPG.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2024 votes

“Sudah beberapa hari ini saya cari LPG 3 kg tapi tidak ada, sudah cari di pangkalan juga tidak ada,” ucapnya, Kamis (14/3/2024).

Baca Juga :  Aktivitas Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan Naik 65 Persen selama Cuti Lebaran

Jika di bandingkan harga LPG 3 kg yang terjual di pangkalan jauh berbeda dengan LPG 5 kg. “Kalau LPG 3 kg di pangkalan Rp. 28 ribu kalau LPG 5 Kg bisa Rp. 140 ribu,” ucapnya lagi.

Padahal menurut Darma, keberadaan LPG 3 kg selama bulan ramadan sangat-sangat dibutuhkan baik dikalangan rumah tangga maupun pedagang kaki lima.

Namun saat di dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan, Untung Yani, mengaku sudah mendengar adanya keluhan masyarakat, terkait kelangkaan LPG 3 Kg.

Baca Juga :  Tim Energi Tarakan Ikuti Lomba TTG dan Posyantek Tingkat Provinsi Kaltara

Menyikapi kondisi ini, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. “Dalam hal ini Pertamina menyalurkan itu sesuai dengan kuota yang ada. Cuma, sejak Januari atau awal 2024 kemarin, Pertamina memang sudah menerapkan yang berbasis data, pembeli harus menggunakan KTP-el. Jadi memang hanya yang terdata yang bisa membeli. Karena ini gas bersubsidi,” jelasnya.

Untuk kuota yang masuk ke Bulungan, kata dia tetap normal. Menurutnya, jika di penjual eceran itu kosong, memang itu yang benar, karena yang eceran ini penjualannya tidak berizin.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

“Kan harusnya masyarakat itu beli ke pangkalan. Nah, persoalannya itu terkadang masyarakat ini terbiasa membeli di penjual eceran,” katanya.

Pada prinsipnya suplay itu normal saja dari Pertamina sampai ke agen. Oleh karena itu ia mengatakan sebagai tindak lanjut atas hal ini, pihaknya akan melakukan pengecekan ke agen kenapa bisa sampai seperti ini. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *