Harga Cabai Merangkak Naik

benuanta.co.id, TARAKAN – Harga cabai di beberapa pasar Tarakan merangkak naik. Kenaikan ini diakui pedagang lantaran kurangnya stok cabai yang didatangkan dari luar Kaltara, belakangan ini.

Salah seorang penjual cabai di Pasar Tenguyun Tarakan, Sundari (38) membenarkan adanya kenaikan harga cabai tersebut. Harga cabai berkisar Rp150 ribu hingga Rp170 ribu per kilonya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2009 votes

“Itu cabai rawit melambung Rp 150 ribu . kemarin baru naik yang parah, paginya masih Rp 150 ribu siangnya sudah Rp 170 ribu,” ujar Sundari.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

Ia mengungkapkan untuk cabai keriting mengalami penurunan harga yang awalnya Rp 100 ribu-an kini menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Begitu pula dengan cabai besar yang kemarin berada di harga Rp 120. Menurutnya, lonjakan cabai rawit terjadi karena kurangnya pasokan dari Sulawesi sehingga mengakibatkan penjualan cabai rawit lokal ikut meroket.

“Cabai rawit ini lokal, stoknya dari luar kurang makanya mahal. Sudah ada masuk tapi sedikit. harga biasanya Rp80 ribu-an. Ada yang paling tinggi berapa bulan lalu sampai hampir Rp200 ribu. Saya dapat dari petani lokal Rp140 ribu-an,” jelasnya.

Baca Juga :  Aktivitas Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan Naik 65 Persen selama Cuti Lebaran

Sejauh ini, penurunan penjualan tidak ia rasakan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat tetap membeli cabai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kenaikan karena memang stoknya. Kalau banyak datang dari seberang sudah nggak anjlok lagi, sudah stabil seharga Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu,” jelasnya.

Kenaikan ini pun cukup memberatkan pemilik warung makan. Di antaranya Suryani kenaikan harga tersebut, ia harus memikirkan bagaimana menyeimbangkan harga dan porsi makanan yang ia jual.

Baca Juga :  Berkat Gubernur Kaltara, Bandara Juwata Tarakan Dapat Extra Flight Arus Balik dari 2 Maskapai

“Lagi mahal-mahalnya (cabai rawit) kan saya jualan makanan prasmanan, bingung bagaimana atur porsinya. Kalau seperti biasa saya rugi kalau dikurangi pelanggan bisa lari. Ini kan mendekati bulan puasa pasti menjelang lebaran naik juga tambah mahal lagi nantinya,” jelasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *